BATAM TERKINI

Soal Legalitas Kampung Tua di Batam, Yusfa Ungkap Mana Saja Wilayah Segera Miliki Sertifikat

Proses penyelesaian legalitas 37 titik kampung tua di Batam masih berlanjut. Begini penjelasan Yusfa Hendri.

tidak ada
kampung tua 

Namun ditegaskan, penyelesaian legalitasnya nanti tidak bisa diselesaikan secara bersamaan. Tergantung kondisi di kampung tua itu.

"Dia mesti clean and clear dulu dari persoalan tadi. Jadi nggak mungkin keseluruhan (37 titik) selesai bersamaan tahun ini," kata Yusfa.

Untuk prosesnya sendiri, dari tim penyelesaian legalitas kampung tua sudah menggelar pleno terkait luasan titik kampung tua.

Berikutnya, tim akan mendata calon penerima sertifikat, sekaligus mengukur persil lahan, khususnya di kampung tua Tanjungriau.

Dari tim juga akan meminta rekomendasi dari BP Batam untuk penerbitan sertifikatnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam, Askani mengatakan, ada tiga kampung tua di Batam, Kepri, yang akan menjadi contoh untuk penyelesaian legalitas kampung tua di Batam.

Kampung tua itu akan diselesaikan lebih awal. Ketiganya, yakni Kampung Tua Tanjungriau, Kampung Tua Sei Binti dan Kampung Tua Tanjunggundap. Tiga kampung tua ini, termasuk minim persoalan, jika dibandingkan 34 titik kampung tua lainnya.

"Tiga lokasi ini tak bersentuhan dengan kawasan hutan lindung, belum ada HPL (hak pengelolaan lahan), belum ada PL (penetapan lokasi) yang dikeluarkan BP Batam kepada pihak lain. Sehingga lebih mudah diselesaikan," kata Askani, beberapa waktu lalu.

Sementara di titik kampung tua lainnya, masih terdapat persoalan. Seperti terkait hutan lindung, HPL, PL, dan DPCLS. Meski begitu, Askani menegaskan, 37 titik kampung tua itu tetap akan diselesaikan legalitasnya. (tribunbatam.id/dewi haryati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved