Jumat, 29 Mei 2026

HEADLINE TRIBUNBATAM

Properti Batam 'Mencakar' Langit, 14.450 Apartemen Sasar WNA

Batam tengah menuju kota pencakar langit (skyscraper city). Dalam 5 tahun terakhir, Batam menjadi incaran pengembang.

Tayang:
wahyu
halaman 01 TB 

Tapi mayoritas lebuh lunak di hak kepemilikan.

Pengembang menyiapkan skema kepemilikan dan sewa untuk warga negara asing, dan expatriat.

Ceruknya cukup besar mengingat harga properti di Singapura saat ini lebih dari tiga kali lipat dari harga yang ada di Kota Batam.

Sekadar diketahui, jumlah penduduk Kota Batam, hingga 2019 ini mencapai 1,3 juta.

Sedangkan jumlah ekspatriat atau pekerja asing mencapai sekitar 3.500 orang.

Berdasaran data dari Dinas Tenaga Kerja Batam, hingga Juni 2019 ini, jumlah pekerja yang mencari nafkah di Kota Batam ini mencapai 390 ribu orang.

“Mereka bekerja di 7,218 PT (perusahaan),” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Rudi Syakyakirti kepada Tribun, Selasa (27/8/2019).

Sebagian besar bekerja di perusahaan yang berafiliasi internasional di industri manufaktur, perdagangan dan jasa.

Menurut Kadis, dengan optimisme Wali Kota Batam HM Rudi, bahwa pertumbuhan ekonomi di Batam akan terus membaik, jumlah investor dan pekerja di kota dengan luas 750 km2 ini, akan kembali tumbuh di paruh lima tahun ke depan.

Sebelumnya, di Jakarta, Manager Research & Consultancy Coldwell Banker Commercial Angra Angreni sebelumnya mengatakan bahwa di Batam, mayoritas penyerapan properti residensial terutama untuk apartemen berasal dari asing, seperti Singapura, Amerika, Jerman, dan Jepang.

Selama ini, investor asing memang masih terpusat di Batam. Lokasi itu menjadi pilihan karena dinilai strategis dengan negara-negara lain dan memang mayoritas pengembangan properti industrialnya berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA).

Adapun, pangsa investasi di Batam dari Asia Tenggara mencapai sekitar 60%, terbanyak berasal dari Singapura, China, dan Malaysia. Kemudian, 20% investasi asing berasal dari negara lain seperti Amerika, Jepang, India, dan beberapa negara lainnya.

“Khusus di Batam, asing bisa punya hak guna bangunan. Mereka diperbolehkan membeli properti di Batam dengan minimal harga properti Rp750 juta. Nanti investor bisa mendapatkan semacam surat kuasa dari pengembang bahwa investor asing itu boleh membeli apartemen,” jelasnya seperti dilansir Bisnis Indonesia, Rabu (27/3/2019).

Masih Dibangun
Sebagian besar super blok ini masih berstatus on building, dalam masa pembangunan.

Ada yang progresnya cepat, namun kebanyakan landai, seperti pertumbuhan ekonomi Batam 4,2% dan Singapura yang justru cuma 1,0%.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved