Pemprov Kepri Dukung Pengembangan Tanaman Obat Keluarga dan Akupresur

Pemprov Dukung Pengembangan Tanaman Obat Keluarga dan Akupresur di Kepri Plt.Gubernur Kepulauan Riau Isdianto, menerima kunjungan tim penilai kelompok

Pemprov Kepri Dukung Pengembangan Tanaman Obat Keluarga dan Akupresur
IST
Plt. Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto Menerima Kunjungan Tim Penilaian Pemanfaatan TOGA dan Akupresur Kemenkes RI di ruang kerjanya. 

TRIBUNBATAM.id - Pemprov Dukung Pengembangan Tanaman Obat Keluarga dan Akupresur di Kepri
Plt.Gubernur Kepulauan Riau Isdianto, menerima kunjungan tim penilai kelompok asuhan mandiri (Asman) pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dan Akupresur kementrian kesehatan RI.

Kedatangan tim penilai tersebut bertujuan untuk menilai pemanfaatan TOGA dan Akrupesur di Kepulauan Riau.

Sebagai informasi, kelompok asuhan mandiri selasi kelurahan parit berut kecamatan meral kabupaten karimun tahun ini masuk nominasui tingkat nasional terkait pemanfaatan TOGA dan Akupresur.

Selain berkunjung ke ruang kerja Plt. Gubernur Kepulauan Riau Tim penilaian tersebut juga melakukan wawancara kepada Bupati Kabupaten Karimun serta melakukan verifikasi lapangan terkait pemanfaatan tanaman obat keluarga ( TOGA) dan Akupresur dikelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.

Kemenkes RI bersama Dinas Kesehatan Kepri Berkunjung Ke Kampoeng Toga Selasih
Kemenkes RI bersama Dinas Kesehatan Kepri Berkunjung Ke Kampoeng Toga Selasih (IST)

Tanaman obat keluarga (TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat.

Taman obat keluarga pada hakekatnya adalah sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan.

Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat, khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Budidaya tanaman obat untuk keluarga (TOGA) dapat memacu usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual.

Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga.

Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved