Guna Memperoleh Gambaran Status Gizi Masyarakat Kepri, Dinkes Gelar Orientasi Surveilans Gizi

Dinas Kesehatan Kepri menggelar orientasi permuktahiran data dan surveilans gizi di Tanjungpinang pada 16 hingga 19 September 2019.

Guna Memperoleh Gambaran Status Gizi Masyarakat Kepri, Dinkes Gelar Orientasi Surveilans Gizi
ist
Suasana Pertemuan Orientasi Permuktahiran Data Dan Surveilans Gizi Di Tanjungpinang 

TRIBUNBATAM.id - Dalam rangka memperoleh gambaran status gizi di Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Kesehatan Kepri menggelar orientasi permuktahiran data dan surveilans gizi di Tanjungpinang pada 16 hingga 19 September 2019.

Acara yang diikuti oleh 89 peserta dari pengelola program gizi Kabupaten/Kota dan Tenaga Pengelola Gizi (TPG) Puskesmas Se-Provinsi Kepulauan Riau bertujuan untuk menyampaikan informasi secara cepat, akurat, teratur dan berkelanjutan mengenai perubahan pencapaian kinerja pembinaan gizi mengenai persentase balita stunting, persentase balita wasting, persentase balita underweight dan persentase Ibu hamil KEK (Kurang Energi Kronis).

Acara ini mendatangkan 6 Narasumber terdiri dari 2 orang narasumber dari Kementerian Kesehatan RI dan 4 orang narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi balita underweight sebesar 13%, balita stunting 23,5% dan balita wasting 11,2%.

Hasil tersebut menunjukkan belum mencapai target prevalensi gizi kurang yang ditetapkan dalam Millenium Development Goals (MDGs) yaitu 15,5% pada tahun 2015. Untuk memperoleh informasi pencapaian kinerja perbaikan gizi masyarakat secara cepat, akurat, teratur dan berkelanjutan, perlu dilaksanakan kegiatan surveilans gizi di seluruh wilayah provinsi dan kabupaten/kota.

Pelaksananan surveilans gizi akan memberikan indikasi perubahan pencapaian indikator kegiatan pembinaan gizi masyarakat.

Selain itu, pelaksanaan surveilans gizi diperlukan untuk memperoleh tambahan informasi lain yang belum tersedia dari laporan rutin, seperti konsumsi garam beriodium, pemantauan status gizi anak dan ibu hamil risiko Kurang Energi Kronis (KEK) atau studi yang berkaitan dengan masalah gizi mikro, dan lain-lain.

Surveilans gizi diperlukan untuk mengamati keadaan gizi secara terus menerus untuk pengambilan keputusan bagi upaya peningkatan dan pencegahan memburuknya keadaan gizi masyarakat.

Untuk mencapai hal tersebut diperlukan pengumpulan data secara teratur, baik yang dilakukan secara khusus untuk keperluan surveilans gizi maupun dari data yang sudah ada atau keduanya. Data dan informasi yang dikumpulkan harus dapat diintepretasikan dan digunakan untuk tindakan.

Data dan informasi Surveilans Gizi akan di entry ke dalam aplikasi E-PPGBM (Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) secara berkala.

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved