Carrie Lam Akhirnya Tarik RUU Ekstradisi yang Membuat Hong Kong Rusuh Selama 3 Bulan

Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam secara resmi menarik RUU ekstradisi yang kontroversial yang menjadi pemicu protes selama hampir tiga bulan.

South China Morning Post
Carrie Lam, Kepala Eksekutif Hong Kong, berpidato di televisi, menyatakan menarik penuh RUU ekstradisi, Selasa (4/9/2019). 

TRIBUNBATAM.ID, HONG KONG - Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam secara resmi menarik RUU ekstradisi yang kontroversial yang menjadi pemicu protes selama hampir tiga bulan.

"Pemerintah akan secara resmi mencabut RUU ekstradisi," katanya dalam pidato yang direkam dalam bahasa Kanton dan Inggris dan disirakan oleh seluruh lembaga penyiaran di Hong Kong.

Penarikan penuh RUU ekstradisi ini merupakan tuntutan utama para pendemo, namun belakangan berkembang menjadi lima tuntutan.

RUU ekstradisi berisi tentang pemulangan para pelaku kriminal di Hong Kong, termasuk ke negara yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi, termasuk China daratan.

Beredar Transkrip Kepala Eksekutif Hong Kong Ingin Mundur, Carrie Lam: Saya Tak Mengatakannya!

Transkrip Lengkap Pidato Carrie Lam Tentang Situasi Hong Kong, Benarkah Siap Mundur?

Gubernur BI Wanti-wanti Dirut Bank: Hati-hati Sekarang Ada Fintech

Isu yang berkembang, RUU ini diduga sebagai cara Beijing untuk memulangkan para pelaku kriminal ke China daratan dan oleh masyarakat Hong Kong dianggap bertentangan dengan kemanuasiaan yang selama ini dianut oleh masyarakat Hong Kong.

Menurut sumber-sumber yang dilansir South China Morning Post, keputusan Carrie Lam ini dilakukan setelah mengikuti pertemuan dengan sejumlah tokoh politik pro-pendirian serta legislator lokal dan perwakilan kota untuk badan legislatif nasional.

Pertemuan itu menyusul demonstrasi akhir pekan yang menimbulkan bentrokan paling sengit antara pengunjuk rasa dan polisi anti huru hara.

Aktivis menyerang polisi dengan bom molotov dan membuat api unggun di jalan-jalan, sementara petugas polisi menembakkan gas air mata, peluru karet dan semprotan merica.

Polisi juga menyerbut ke stasiun dan gerbong MRT, memukuli para demonstran dengan brutal serta menangkap puluhan orang.

Sepanjang tiga bulan demo berlangsung, polisi menangkap lebih dari 1.100 orang.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved