Trump Masih Sesumbar Menang Perang Dagang vs China, Faktanya, Ekonomi AS Terguncang

Seperti sudah diduga sebelumnya, perang dagang AS vs China yang diproklamirkan Presiden AS Donald Trump langsung mengguncang negaranya.

Trump Masih Sesumbar Menang Perang Dagang vs China, Faktanya, Ekonomi AS Terguncang
Instagram/radii.china
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping 

TRIBUNBATAM.ID, WASHINGTON - Seperti sudah diduga sebelumnya, perang dagang AS vs China yang diproklamirkan Presiden AS Donald Trump langsung mengguncang negaranya.

Kendati demikian, Donald Trump tetap berceloteh bahwa ekonomi China akan memburuk meskipun menyelipkan keyakinan bahwa dirinya akan menang, "Dan kemudian, pikirkan apa yang terjadi pada China ketika aku menang. Kesepakatan akan membuat BANYAK KESULITAN!"

Trump menyebut tanda melemahnya ekonomi China bahwa sebuah survei menunjukkan pada hari Selasa bahwa sektor manufaktur AS - yang telah lama diperjuangkan Trump, telah mendapat kontrak bulan lalu untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Tetapi, banyak orang mengatakan bahwa pernyataan Trump itu hanya menghibur diri karena kenyataannya, sektor manufaktur AS terguncang oleh perang dagang AS vs China ini.

Carrie Lam Akhirnya Tarik RUU Ekstradisi yang Membuat Hong Kong Rusuh Selama 3 Bulan

KPK Kembali Lakukan Pemeriksaan di Batam, Polisi Beri Pengawalan Penuh Selama Proses Pemeriksaan

"Kenari akan jatuh dari tempat bertenggernya," kata ekonom Joel Naroff mengibaratkanapa yang terjadi pada AS.

Faktanya, Wall Street langsung tenggelam ke zona merah pada awal perdagangan Selasa, pertama sejak Trump menaikkan tarif impor produk-produk Chhina lebih dari US $ 100 miliar selama akhir pekan.

Benchmark Dow Jones Industrial Average turun 1,1 persen. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10-tahun sempat menyentuh posisi terendah dalam tiga tahun terakhir.

Nilai tukar dolar juga tumbang di seluruh dunia, termasuk rupiah yang naik akibat guncangan di AS.

Hasil suram sektor manufaktur AS adalah tanda-tanda terbaru melunaknya ekonomi AS, yang saat ini semakin melambat dan terjadinya penurunan tajam investasi.

AS merilis data ISM manufacturing PMI. Indikator ekonomi yang menggambarkan pesimisme pelaku pasar, turun ke level 49,1, lebih rendah dari proyeksi pelaku pasar di 51,2.

Halaman
123
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved