Trump Masih Sesumbar Menang Perang Dagang vs China, Faktanya, Ekonomi AS Terguncang
Seperti sudah diduga sebelumnya, perang dagang AS vs China yang diproklamirkan Presiden AS Donald Trump langsung mengguncang negaranya.
TRIBUNBATAM.ID, WASHINGTON - Seperti sudah diduga sebelumnya, perang dagang AS vs China yang diproklamirkan Presiden AS Donald Trump langsung mengguncang negaranya.
Kendati demikian, Donald Trump tetap berceloteh bahwa ekonomi China akan memburuk meskipun menyelipkan keyakinan bahwa dirinya akan menang, "Dan kemudian, pikirkan apa yang terjadi pada China ketika aku menang. Kesepakatan akan membuat BANYAK KESULITAN!"
Trump menyebut tanda melemahnya ekonomi China bahwa sebuah survei menunjukkan pada hari Selasa bahwa sektor manufaktur AS - yang telah lama diperjuangkan Trump, telah mendapat kontrak bulan lalu untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.
Tetapi, banyak orang mengatakan bahwa pernyataan Trump itu hanya menghibur diri karena kenyataannya, sektor manufaktur AS terguncang oleh perang dagang AS vs China ini.
• Carrie Lam Akhirnya Tarik RUU Ekstradisi yang Membuat Hong Kong Rusuh Selama 3 Bulan
• KPK Kembali Lakukan Pemeriksaan di Batam, Polisi Beri Pengawalan Penuh Selama Proses Pemeriksaan
"Kenari akan jatuh dari tempat bertenggernya," kata ekonom Joel Naroff mengibaratkanapa yang terjadi pada AS.
Faktanya, Wall Street langsung tenggelam ke zona merah pada awal perdagangan Selasa, pertama sejak Trump menaikkan tarif impor produk-produk Chhina lebih dari US $ 100 miliar selama akhir pekan.
Benchmark Dow Jones Industrial Average turun 1,1 persen. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10-tahun sempat menyentuh posisi terendah dalam tiga tahun terakhir.
Nilai tukar dolar juga tumbang di seluruh dunia, termasuk rupiah yang naik akibat guncangan di AS.
Hasil suram sektor manufaktur AS adalah tanda-tanda terbaru melunaknya ekonomi AS, yang saat ini semakin melambat dan terjadinya penurunan tajam investasi.
AS merilis data ISM manufacturing PMI. Indikator ekonomi yang menggambarkan pesimisme pelaku pasar, turun ke level 49,1, lebih rendah dari proyeksi pelaku pasar di 51,2.
Di sisi lain, indeks manufaktur China yang tergambar pada Caixin manufacturing PMI menguat ke level 50,4, lebih tinggi dari ekspektasi pasar di 49,8.
Senat AS ke Beijing
Media pemerintah China melaporkan, Selasa bahwa Senator AS, Steve Daines dan David Perdue telah bertemu di Beijing dengan Wakil Perdana Menteri Liu He, negosiator top China dalam pembicaraan perdagangan.
Liu mengatakan China berharap resolusi yang dinegosiasikan berdasarkan "kesetaraan dan saling menghormati," menurut Xinhua mengutip pertemuan itu.
Negosiasi AS dan China akan dilanjutkan bulan ini setelah kemunduran yang tajam dalam perang dagang sepanjang tahun pada Agustus.