Update Kasus OTT Dinas Perikana Batam, Polisi Sebut Tidak Menutup Kemungkinan Ada Tersangka Lain

Kasua OTT Dinas Perikanan Kota Batam Masih terus diselidiki poli sudah 15 orang diperiksa

Update Kasus OTT Dinas Perikana Batam, Polisi Sebut Tidak Menutup Kemungkinan Ada Tersangka Lain
TRIBUNBATAM.ID/Argianto
OTT Dinas Perikanan Kota Batam 

Andri Sebut Bakal Ada Tersangka Baru Dalam OTT Di Dinas Perikanan

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan menjelaskan perkembangan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perikanan. Pihaknya sudah melakukan terhadap 15 saksi sejauh ini.

"Kita masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," ujar Andri di Bundaran BP Batam, Rabu (4/8/2019).

Ia melanjutkan berdasarkan pemeriksaan sebanyak 15 saksi ini, diperkirakan akan ada tersangka baru.

Lion Air Sampai Garuda Indonesia, Begini Ketentuan Bagasi Dari 6 Maskapai Penerbangan

Pihaknya akan terus mendalami terus kasus ini.

"Sementara kita dalami terlebih dahulu, karena prosesnya sendiri masih membutuhkan waktu," tuturnya.

Sebelumnya Unit Saber Pungli bersama Satreskrim Polresta Barelang terus melakukan upaya pendalaman kasus pungli yang dilakukan tersangka Asriadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada Nelayan di Belakang Padang.

Menguat 0,38%, Rupiah di Level Rp 14.174 per Dolar AS

Hal itu dikatakan Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rahmad Purboyo saat menggelar konferensi pers di Rupatama Polresta Barelang.

Dari modus operasi yang dilakukan pegawai dilingkungan Dinas Perikanan dan Kelautan berujung menyengsarakan nelayan Belakang Padang, Batam membuat pihaknya terus memburu pihak pihak yang terlibat.

Pintu Kantor Dinas Perikanan Kota Batam disegel pasca operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Tim Saber Pungli Polresta Barelang, Selasa (27/8/2019) sore.
Pintu Kantor Dinas Perikanan Kota Batam disegel pasca operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Tim Saber Pungli Polresta Barelang, Selasa (27/8/2019) sore. (TRIBUNBATAM.id/Dipa Nusantara)

Kapolres menyebutkan sudah memeriksa 9 saksi, diantaranya saksi dari TKP sam saksi melayan serta saksi dari internal Dinas Kelautan dan Perikanan.

“Bukti-bukti sudah kita angkut semua, senilai 500 dollar singapore, 1 unit Handphone serta barang bukti dokumen,” jelasnya.

Untuk mengetahui berapa lama aktivitas pungli ini terjadi dan siapa pemberi suap, kita masih lakukan pendalaman. (tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved