Buntut Penangkapan Sabu 118,396 Kg, Polres Bintan Periksa Urine Sopir Bus Sekolah di Bintan

Polres Bintan akan memeriksa urine para soper bus sekolah yang beroperasi di Bintan. Ada apa?

Buntut Penangkapan Sabu 118,396 Kg, Polres Bintan Periksa Urine Sopir Bus Sekolah di Bintan
TRIBUNBATAM.id/AMINUDDIN
Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Kepolisian Resort (Polres) Bintan berencana akan mengecek urine sopir-sopir bus sekolah yang ada di wilayah hukum Polres Bintan.

Hal itu diwacanakan pasca penangkapan tiga orang sopir bus sekolah Bintan berinisial JF, SY dan ZH.

Ketiganya masih terkait pengungkapan penyelundupan 118,396 kilogram sabu-sabu di Bintan.

Upaya itu dilakukan untuk menghindari kemungkinan buruk yang terjadi bila sopir bus tengah bertugas mengantarkan anak sekolah di bawah pengaruh narkotika dan obat terlarang (Narkoba).

"Demi mengantisipasi, kita berencana akan melakukan tes urine terhadap sopir-sopir bus sekolah di Bintan," ungkap Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bintan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Boy Herlambang, Kamis (05/9/2019).

Boy menyebutkan langkah tes urine sopir-sopir bus tersebut sangatlah penting.

Lagi Asik Pesta Sabu Bareng Residivis Narkoba, Oknum Polisi Ini Pucat Pintu Digedor-gedor Warga

Jika Berhasil Loloskan Sabu ke Semarang, Fahrul Dijanjikan Upah Rp 50 Juta

Sebab, sopir-sopir bus sekolah memiliki tanggung jawab menjaga keselamatan penumpangnya yakni anak sekolah saat diantar menggunakan angkutan gratis yang disubsidi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan.

"Saya tidak ingin, ada kecelakaan bus sekolah lagi terjadi di Bintan, apalagi jika disebabkan karena pengaruh Narkoba.

Kepolisian Resort (Polres) Bintan berhasil menggagalkan penyelundupan sabu di wilayah hukum Polres Bintan.
Kepolisian Resort (Polres) Bintan berhasil menggagalkan penyelundupan sabu di wilayah hukum Polres Bintan. (TRIBUNBATAM.ID/ALFANDI SIMAMORA)

Jangan sampai itu terjadi, oleh sebab itu kita berencana akan gelar tes urine kepada sopir-sopir bus sekolah," tutur Boy.

Dia melanjutkan, dari pengakuan para tersangka, barang haram itu tidak pernah dijual kepada anak-anak sekolah.

Halaman
12
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved