Kamis, 9 April 2026

KPK Dilahirkan oleh Megawati, Mati di Tangan Jokowi?

Tiga minggu sebelum pensiun, akhir September ini, DPR RI membuat kejutan, mengesahkan revisi UU KPK tanpa diketahui oleh publik, bahkan media

Kompas.com
Spanduk di gedung KPK menolak revisi UU KPK yang dilakukan diam-diam oleh DPR RI, Jumat (6/9/2019) siang. 

TRIBU8NBATAM.ID, JAKARTA - Tiga minggu sebelum pensiun, akhir September ini, DPR RI membuat kejutan, mengesahkan revisi UU KPK tanpa diketahui oleh publik, bahkan media yang ada di DPR.

Semua pembahasan dilakukan diam-diam dan tiba-tiba saja, Kamis (5/9/2019) sudfah ketuk palu. Seluruh fraksi setuju!

Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai berpotensi melemahkan lembaga antirasuah tersebut.

Berbagai unsur masyarakat pun langsung menyuarakan protes terhadap revisi UU KPK dan aksi demonstrasi mulai terlihat di Gedung KPK, Jumat (6/9/2019).

DPR Lakukan Operasi Senyap dan Kejar Tayang, Tiba-tiba Sahkan Revisi UU KPK

BREAKINGNEWS, Polisi Amankan Belasan Orang di Kampung Aceh Batam

KEJUTAN LAGI! Pasangan Fadia/Ribka Taklukkan Unggulan Kedua asal Korea

Protes bahkan disuarakan unsur internal KPK, yang dilakukan oleh Wadah Pegawai KPK. Bersama sejumlah penggiat antikprupsi, mereka melakukan aksi "#SaveKPK.

Sebuah spanduk dibentangkan seakan mendesak ketegasan Presiden Jokowi untuk menolak revisi UU yang merupakan inisiatif DPR itu.

"KPK Dilahirkan oleh Mega, Mati di Tangan Jokowi?"

Kalimat itulah yang termuat dalam spanduk yang dibentangkan pegawai KPK dalam aksi di teras lobi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Spanduk itu merupakan spanduk utama yang dibentangkan oleh jajaran pegawai KPK.

Pada aksi itu pegawai-pegawai KPK menggelar aksi dengan memakai masker. Mereka terdiam sejenak dengan membuka sejumlah payung dan membentangkan poster-poster.

Sejumlah payung masing-masing memuat huruf yang membentuk kata "SAVE KPK". Adapula payung lainnya yang memuat "TOLAK RUU KPK" dan "MELANGGAR ETIK DILARANG MASUK".

Poster-poster yang dibentangkan memuat pesan, seperti, " Revisi UU KPK Semakin Sempurna Pelemahan KPK", "SAVE KPK SAVE INDONESIA", "Zona Anti Pelanggar Etik", "Pak JOKOWI di mana?"

Pegawai-pegawai KPK ini terbagi tiga. Dua kelompok saling berhadapan di depan teras lobi gedung KPK. Sementara kelompok ketiga berdiri persis di depan pintu lobi gedung.

Mereka hanya ingin KPK tak dipimpin oleh orang-orang bermasalah dan menolak pelemahan lembaga antirasuah itu lewat revisi UU KPK.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved