Petral Bubar, Mantan Dirutnya Masih Terlibat Mafia Migas, Terima Suap Rp 40.6 Miliar

KPK menetapkan eks Direktur Utama Pertamina Energy Trading Ltd ( Petral) Bambang Irianto sebagai tersangka kasus mafia migas.

Petral Bubar, Mantan Dirutnya Masih Terlibat Mafia Migas, Terima Suap Rp 40.6 Miliar
Tribunnews/Theresia Felisiani
Wakil Ketua KPK Laode M Syarief 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Meskipun perusahaan makelar migas, Petral, sudah ditutup di awal pemerintahan Jokowi, namun sepak-terjang orang-orangnya dalam mafia migas masih berlanjut.

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menetapkan eks Direktur Utama Pertamina Energy Trading Ltd ( Petral) Bambang Irianto sebagai tersangka kasus mafia migas.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, Bambang diduga menerima uang sedikitnya 2,9 juta dolar AS atau sekitar Rp 40,6 miliar dari perusahaan Kernel Oil saat masih menjabat sebagai Managing Director Pertamina Energy Service Pte Ltd (PES) periode 2009-2013.

Bambang diduga telah mengamankan jatah alokasi kargo perusahaan asal Singapura itu dalam tender pengadaan atau penjualan minyak mentah atau produk kilang.

Rumor 3 Demonstran Hong Kong Tewas Terus Meluas. Otoritas Keretaapi Akhirnya Rilis CCTV Stasiun

KSO Pelabuhan Batam Center Akan Berakhir, Synergy Tharada Tetap Berikan Pelayanan Prima

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Menambah Beban Masyarakat, Anggota Dewan Batam Kompak Menolak

"(Bambang) diduga telah menerima uang sekurang-kurangnya US 2,9 juta dolar atas bantuan yang diberikannya kepada pihak Kernel Oil terkait dengan kegiatan perdagangan produk kilang dan minyak mentah kepada PES atau PT Pertamina (Persero) di Singapura dan pengiriman kargo," kata Laode dalam konferensi pers, Selasa (10/9/2019).

Jika menggunakan kurs tahun 2013, maka USD 2,9 juta itu setara dengan Rp 29,8 miliar namun jika menggunakan kurs hari ini, duit itu sekitar Rp 40.6 miliar.

Laode menuturkan, kasus ini bermula pada 2008 ketika Bambang bertemu dengan perwakilan Kernel Oil, sebuah perusahaan rekanan rekanan dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang untuk PES atau Pertamina. 

Pada periode 2009-2012, perwakilan Kernel Oil beberapa kali diundang dan menjadi rekanan PES dalam kegiatan impor dan ekspor minyak mentah untuk kepentingan PES atau Pertamina.

Saat itu, PES sedang melaksanakan pengadaan serta penjualan minyak mentah dan produk kilang untuk kebutuhan Pertamina yang dapat diikuti oleh National Oil Company, Major Oil Company, Refinery, maupun trader.

"Tersangka BTO selaku VP Marketing PES membantu mengamankan jatah alokasi kargo Kernel Oil dalam tender pengadaan atau penjualan minyak mentah atau produk kilang. Dan sebagai imbalannya diduga Bambang Irianto menerima sejumlah uang yang diterima melalui rekening bank di luar negeri," ujar Laode.

Halaman
123
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved