Breaking News:

OPINI

BJ Habibie dan Keberadaan

BJ Habibie telah lepas landas menuju keabadian. Beliau adalah Seorang tokoh jenius dan unik dengan prestasi-prestasi hidup luar biasa bagi bangsanya

Editor: Rio Batubara
BJ Habibie dan Keberadaan
ist
Mudhofir Abdullah, Guru Besar Ilmu Pengkajian Islam dan Rektor IAIN Surakarta

Oleh: Mudhofir Abdullah
Guru Besar Ilmu Pengkajian Islam dan Rektor IAIN Surakarta. Jakarta, 13 September 2019)

BJ Habibie telah lepas landas menuju keabadian. Beliau adalah Seorang tokoh jenius dan unik dengan prestasi-prestasi hidup luar biasa bagi bangsanya.

Kepergiannya ditangisi seluruh warga dari berbagai agama, suku, ras, dan golongan—menunjukkan posisinya dapat diterima oleh semua kalangan.

Pemikiran dan tindakannya melampaui golongan dan menjadi teladan bagi generasi muda yang hidup dalam kemajemukan mereka.

Di mata saya, dan mungkin semua warga bangsa, BJ Habibie sangat unik. Beliau jenius, saintis kelas dunia, saleh, santri, pandai mengaji, tetapi juga terbuka terhadap semua pemikiran dengan tetap kritis.

Kesalehannya tak membatasinya untuk bergaul dengan semuanya. Karakteristik BJ Habibie yang demikian ini menepis sebuah teori yang mengatakan bahwa makin saleh dan relijius seseorang, maka ia akan makin radikal dan makin kaku.

BJ Habibie telah mematahkan teori itu. Bukankah kini begitu banyak orang tidak tahan goyangan pendulum pandangan dunia atau agama yang terlalu kanan atau terlalu kiri?

Yang terlalu saleh pergi ke kanan dan yang terlalu liberal berlari ke kiri. Kanan dan kiri kini terus berkonflik dalam arena sosial-politik, sementara yang moderat menjadi silent majority pasif yang membosankan.

Keunikan BJ Habibie inilah yang membuat kepergiannya, bagi saya, menyentak eksistensialisme—ihwal keberadaan. Ada bagian yang terasa tercerabut dari eksistensi hidup. Meskipun ini tidak berlaku bagi Habibie. Eksistensi Habibie adalah situasi konkrit dia sebagai subyek dalam dunia. Namun kepergiannya, tak serta-merta hilang. Esensi-esensi Habibie telah mengisi ruang-ruang memori kolektif bangsa.

Esensi-esensi Habibie yang mengejawantah dalam karya-karya, dedikasi, dan keteladan pikiran serta tindakan masih terus bereksistensi dalam tubuh-tubuh anak bangsa. DNA Habibie telah mengalir secara sosiologis ke masyarakat Indonesia modern.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved