Kota Batam Waspada Kabut Asap! View Jembatan Barelang Mulai Terhalang

Otoritas Kesehatan Kota Batam, Sabtu (14/9/2019), mengumumkan status WASPADA! menyusul kabut asap akibat bencana "tahunan", Kebakaran hutan

Kota Batam Waspada Kabut Asap! View Jembatan Barelang Mulai Terhalang
TRIBUNBATAM.id
Otoritas Kesehatan Kota Batam, Sabtu (14/9/2019), mengumumkan status WASPADA! 

TRIBUNBATAM.id - Otoritas Kesehatan Kota Batam, Sabtu (14/9/2019), mengumumkan status WASPADA! menyusul kabut asap akibat bencana "tahunan", Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau dan Jambi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam dr Didi Kusmarjadi Sp.OG.MM, dalam rilis yang diterima Tribun, melansir status Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di skala 92 atau sedang dari angka 0.

Dinkes menghimbau warga mengurangi aktivitas luar ruang. Jikapun terpaksa, warga diimbau menggunakan masker.

"Perbanyak minum air putih, minimal 2 liter sehari, perbanyak buah dan sayuran untuk mengurangi efek dehidrasi dan pernapasan," ujar dokter Didi.

Sekadar perbandingan ISPU di Riau dan Jambi, hingga Jumat (13/9/2019) siang di level 189 hingga 210 atau di status sangat berbahaya.

Merujuk data KLHK, Skala paramater Pollutan Standard Index 3, kabut asap di Kota Batam, naik ke level "Tidak Sehat" jika berada di level 5-7 atau diatas 120 - hingga 170 ISPU.

 

Batam Dapat 50 Ribu Blangko Kartu Identitas Anak

Dinas Lingkungan Hidup : Kualitas Udara Batam Mendekati Tidak Sehat

 

Sejauh ini sejumlah otoritas pengendalian lingkungan dan aparat bersama warga di Riau, masih terus berupaya meredam pelebaran api di kawasan hutan Riau dan Jambi.

Jika tak ada hujan dalam sepekan kedepan, dan kawasan hutan terbakar meluas, tak menutup kemungkinan kabut asap akan dirasakan warga di gugusan Kepulauan Riau, termasuk Batam dan sekitarnya.

Dari pantauan Tribun, sepanjang Sabtu siang, skala efek asap masih di ambang sedang.

Dari Jembatan Batam Rempang Galang (Barelang), sekitar 19,3 km sebelah timur pusat pemerintahan kota, Batam Center,  asap putih tipis mulai menganggu pemandangan.

Jarak pandang di jalan poros Batam-Galang (km 35 hingga 62), masih relatif jernih.

Namun sejumlah bukit, pulau dan gedung apartemen yang berjarak sekitar 7 km dari arah Jembatan Barelang, sudah tak terlihat jernih.

Abdul Gani (54), warga Kampung Tua Pasir Panjang, Monggak, Kelurahan Rempang Cate, sekitar 42 km timur Kota Batam, mengakui, kabut asap mulai terlihat dalam 3 hari terakhir.

 

Nelayan dari Kampung Tua yang hanya berjarak sekitar 23 mil laut dari Dompak, Tanjung Pinang, menyebut, mereka tetap akan melaut dan menjaring ikan, meski jarak pandang di perairan mulai menurun hingga jarak 3 km.

"Dompak yang biasanya terlihat, kalau sudah 1/2 jam pakai (kapal) pompong, kini Tak (tidak)," ujarnya kepada Tribun, di sela~sela seremoni penyerahan batuan CSR HUT 15 Tahun Tribun Batam di RT 2/RW 3 Kampung Nelayan Pasir Panjang, Rempang Cate, Pulau Galang, Batam.

Penulis: thamzil thahir
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved