Gunakan Pangkalan Militernya di Singapura Hingga 2035, AS Perpanjang MoU

Amerika Serika dan Singapura menandatangani perjanjian untuk memperbarui Mou 1990 tentang penggunaan fasilitas Militer AS di Singapura hingga 2035.

Gunakan Pangkalan Militernya di Singapura Hingga 2035, AS Perpanjang MoU
Instagram/realdonaldtrump
Donald Trump. 

TRIBUNBATAM.id - Disepakatinya perpanjangan MoU dengan pemerintah Singapura, Amerika Serikat berhak menggunakan fasilitas pangkalan militernya di Singapura hingga 2035.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong telah menandatangani perjanjian untuk memperbarui Mou 1990 tentang penggunaan fasilitas AS di Singapura pada Senin (23/9/2019).

AS memperpanjang izin penggunaan fasilitas pangkalan udara dan laut AS di Singapura hingga 2035 pada kesepakatan terbaru yang ditandatangani di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB itu.

KBRI Pastikan Penahanan 3 PRT Indonesia di Singapura, Ketiganya Dalam Kondisi Sehat

MoU 1990 ditandatangani oleh perdana menteri pertama Singapura Lee Kuan Yew bersama wakil presiden AS Dan Quayle.

Perjanjian itu merupakan kunci untuk akses AS ke fasilitas militernya, berupa pangkalan udara dan pangkalan angkatan laut di Singapura.

Pangkalan tersebut berfungsi menyediakan dukungan logistik untuk personel militer, pesawat udara, dan kapal laut AS yang sedang singgah di wilayah tersebut.

Dengan adanya perpanjangan MoU tersebut, maka Singapura telah mendukung keberadaan keamanan AS di kawasan itu selama hampir 30 tahun.

Kementerian Pertahanan Singapura mengatakan dalam pernyataannya, pembaruan dokumen tersebut menggarisbawahi dukungan bagi kehadiran AS di wilayah Asia Pasifik, yang dianggap sebagai hal vital bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan itu.

Perdana Menteri Lee, dalam penandatanganan MoU, mengatakan bahwa kesepakatan itu merupakan refleksi dari kerja sama yang erat antara kedua negara.

"Kami telah memperbaruinya sekali sebelumnya, pada tahun 2005 dan kami sangat senang memperbaruinya sekali lagi, untuk memperpanjangnya selama 15 tahun ke depan," kata Lee.

"Perjanjian Itu mencerminkan kerja sama kami yang sangat baik dalam hal-hal pertahanan antara AS dan Singapura. Juga kerja sama yang lebih luas di banyak bidang lain, di antaranya bidang keamanan, ekonomi, antiterorisme, serta pendidikan dan budaya."

"Kami sangat senang dengan hubungan kami dan berharap untuk menumbuhkannya. Kami berharap kesepakatan itu juga akan menjadi sarana bagi AS untuk memperdalam keterlibatannya di Asia Tenggara dan kawasan Asia Pasifik," tambah Lee.

Ditambahkan Kementerian Luar Negeri Singapura, pembaruan MoU tersebut sekaligus menjadi penegasan atas komitmen bersama untuk hubungan pertahanan jangka panjang antara Singapura dengan AS.

"Kedua belah pihak menegaskan kembali kemajuan yang baik dari inisiatif pertahanan bilateral utama dan menyambut keputusan Singapura untuk memperoleh empat unit F-35 dan mungkin delapan unit lainnya di masa depan," tambah kementerian.

Daftar Perusahaan Singapura dan Malaysia yang Diduga Terlibat Karhutla di Indonesia

Diduga Terkait ISIS, 3 PRT Asal Indonesia Ditangkap Singapura Punya Pacar Radikal di Jaringan Online

Panduan Wisata 3 Hari 2 Malam ke Singapura, Kunjungi Jembatan dan Gedung Esplanade

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perpanjang MoU, AS Bisa Gunakan Pangkalan Militernya di Singapura hingga 2035".

Editor: Putri Larasati Anggiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved