Jumat, 1 Mei 2026

Heboh, Model Cantik Thailand Tewas Setelah Jadi Penghibur di Pesta Miras, Model Pria Ditahan Polisi

Kematian model "cantik" dan populer ini membuat heboh Thailand dan berbagai rekaman video dan klip video CCTV bertebaran di media sosial

Tayang:
Instagram via AsiaOne.com
Model cantik Thailand, Lunlabelle, tewas setelah menjadi penghibur di pesta miras, meninggal usai pesta 

TRIBUNBATAM.ID, BANGKOK - Seorang model laki-laki Thailand Rachadech "Nam Oon" Wongthabutr ditangkap polisi negara itu atas tiga tuduhan pidana sehubungan dengan kematian model" cantik berusia 25 tahun yang dikenal dengan nama Lunlabelle.

Polisi sedang memperluas penyelidikan mereka dengan tujuan juga menjaring tersangka lain, kata Kepala Biro Kepolisian Metropolitan Bangkok, Letnan Jenderal Sutthipong Wongpin kepada media, Rabu (25/9/2019).

Rachadech yang berusia 24 tahun ditangkap pada Selasa malam ketika dia mengisi bahan bakar di SPBU di Jalan Ratchadapisek-Tha Phra. Saat penangkapan, ibunya ada di dalam mobil.

Seperti dilansir TribunBatam.id dari AsiaOne, Rachadech yang diidentifikasi adalah orang terakhir yang bersama dengan korban menyangkal tuduhan tersebut.

Pria Singapura Berkomplot dengan Ibunya Memalsukan Kematian Demi Klaim Asuransi Rp 37.7 Miliar

Supir Taksi Online Batam Dipersekusi, Massa Macetkan Bundaran Bandara Hang Nadim

Walikota Batam Besok Dilantik Sebagai Ex Officio, Kadin Batam Malah Minta Pelantikan Ditunda

Pria ini membantah tuduhan yang mengakibatkan kematian orang lain, melakukan tindakan cabul dan menganiaya orang lain.

Dia mempertahankan kepolosannya selama interogasi lima jam dan bersikeras bahwa dia tidak menyadari bahwa Lunlabelle mungkin sudah mati pada saat dia membawanya ke kondominiumnya di daerah Talad Plu, Sutthipong.

Rachadech meninggalkannya di lobi kondominium pada dini hari tanggal 17 September.

Pada hari Selasa, kepala Polisi Metropolitan Area 8, Jenderal Samrit Tongtao mengatakan kepada wartawan bahwa laporan otopsi menunjukkan bahwa korban meinggal antara pukul 15.00-19.00 waktu setempat (sama dengan WIB).

Samrit menolak berkomentar tentang informasi biometrik yang diperoleh dari jam tangan pintar yang dikenakan korban pada 16 September.

Saat itu ia berada di sebuah pesta pribadi setelah disewa sebagai pendamping minum untuk sebuah pesta.

Samrit mengonfirmasi bahwa jam tangan pintar --yang belum dikonfirmasikan memenuhi syarat sebagai perangkat bersertifikat medis-- akan dimasukkan sebagai bukti.

Namun, sebuah sumber kepolisian mengatakan bahwa informasi biometrik smartwatch tersedia hingga pukul 17:00, yaitu sekitar waktu Rachadech memposting video pingsan di pesta itu.

Jika pukul 17:00 itu dianggap waktu ketika jantungnya berhenti, itu berarti dia sudah mati pada saat Rachadech membawanya ke kamar kondominium.

Jam biometrik milik Lunlabelle (Facebook)

Dia berada di di sana selama enam jam sebelum membawanya ke lobi dan meninggalkannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved