BATAM TERKINI

DPRD Batam Soroti Pelabuhan Batu Ampar, Sebut Tidak Layak dan Beresiko Tinggi

Pelabuhan PT Pelni di Batu Ampar Batam kembali disoroti. Karena dinilai kurang memadai. Baik dari segi fasilitas maupun dari sisi humanis atau manusia

DPRD Batam Soroti Pelabuhan Batu Ampar, Sebut Tidak Layak dan Beresiko Tinggi
TRIBUNBATAM.ID/TRI INDARYANI
Penumpang kapal Kelud berjalan di tengah jalan tanah berdebu yang juga dipenuhi mobil-mobil dan kontainer. Para penumpang mengeluhkan kondisi pelabuhan yang sangat tidak layak. 

Komisi I DPRD Kota Batam Nilai Pelabuhan Pelni di Batu Ampar Tidak Memadai

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pelabuhan PT Pelni di Batu Ampar Batam kembali disoroti. Karena dinilai kurang memadai. Baik dari segi fasilitas maupun dari sisi humanis atau manusiawi.

Sorotan itu datang dari Komisi I DPRD Kota Batam. Anggota Komisi I DPRD Kota Batam Tohap Erikson Pasaribu meminta pihak Syahbandar dan pemangku lainnya untuk mencari solusi.

"Kami nilai kurang humanis. Di sana ada kegiatan bongkar muat. Kita takut potensi terjadi sesuatu kepada penumpang. Padahal salah satu kewajiban Pelni sebagai jasa memberikan rasa nyaman kepada penumpang. Kami minta fasilitas benar-benar dipertimbangkan kembali," ujar Tohap Rabu (2/10).

Komisi I yang membidani hukum dan pemerintah serius akan hal ini.

Cocok untuk Peselancar, Baby-G Rilis Jam Tangan Baru yang Dibandrol Mulai Rp 1,6 jutaan

Film Joker Sudah Tayang, Simak 4 Fakta Menarik Film yang Sudah Memenangkan Penghargaan Bergengsi Ini

Bahkan kata Tohap, pimpinan Komisi I DPRD beserta anggota dan termasuk dirinya telah menememui pihak Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Batam, Rabu tadi pagi.

"Kami bersilaturahmi. Kami mempertanyakan komitmen kenyamanan pelabuhan itu terhadap penumpang. Hal ini juga sudah saya kritisi beberapa waktu lalu melalui laman Facebook saya. Karena memang kurang layak. Resiko sangat tinggi. Karena bersentuhan dengan kegiatan bongkar muat. Kita tinggal menunggu waktu saja jika tak ditangani secepatnya," ujarnya.

Sebelumnya, pelabuhan itu berada di Pelabuhan Beton Sekupang.

Tahap meminta, jika tak memungkinkan lagi di Batu Ampar harus dibalikin ke lokasi semula.

"Karena hanya itu yang layak.Tapi memang persoalannya adalah itu milik persero. Harus didudukan semua lintas pemerintah terkait. Termasuk pemko Batam," tambah Tahap.

Halaman
12
Penulis: Leo Halawa
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved