DEMO HONG KONG

Saat Hong Kong Bertempur Lawan Demonstran, Beijing Serang Uni Eropa dan Presiden Prancis: Munafik!

Prancis harus menunjukkan empati kepada polisi Hong Kong seperti Beijing berempati dengan polisi Prancis menangani pengunjuk rasa "rompi kuning".

Saat Hong Kong Bertempur Lawan Demonstran, Beijing Serang Uni Eropa dan Presiden Prancis: Munafik!
South China Morning Post
Demonstrasi di Hong Kong berubah menjadi medan pertempuran yang sengit dalam tiga hari terakhir, setelah pemerintah mengeluarkan UU anti-topeng atau masker. 

Macron akan mengunjungi China bulan depan untuk membahas kerja sama perubahan iklim dan promosi perdagangan bersama Presiden China Xi Jinping.

Para demonstran China sejak sebulan terakhir, selain terus meningkatkan demonstrasi secara radikal, juga terus mengkampanyekan kebebasan ke dunia internasional.

Aktivis dari lebih 20 negara mendukung gerakan pro-demokrasi China dan menggaungkan anti-totalitarian, sementara Beijing sendiri keukeuh menyatakan bahwa mereka tidak ikut campur dengan masalah Hong Kong.

Demo Makin Rusuh

Demonstran Hong Kong menghancurkan kantor cabang Bank of China, Minggu (SCMP)

Eskalasi kerusuhan di Hong Kong yang siudah berlangsung selama empat bulan semakin membesar, apalagi setelah pemerintah Hong Kong mengeluarkan larangan demonstrasi menggunakan masker atau UU anti-topeng.

Puluhan ribu pemrotes Hong Kong menentang UU anti-topeng yang baru tersebut dan selama tiga hari berturut-turut da kelompok radikal melakukan perusakan di seluruh kota hingga Senin (7/10/2019).

Berbagai aset milik China di Hong Kong menjadi sasaran amuk massa, begitu juga polisi menjadi sasaran bom molotov dan melibatkan bentrokan berdarah.

Massa bertopeng itu menghancurkan bank, toko, dan toko buku yang terkait dengan China daratan. Gedung-gedung pemerintah juga dihancurkan, termasuk pintu keluar beberapa stasiun MTR (MRT), kembali menjadi sasaran demonstran.

Setelah operator MTR menghentikan pelayanan selama setengah hari, otoritas transportasi kembali membuka setengah stasiunnya pada Minggu siang, namun kembali menutup seluruh jaringan pada pukul 21.00 waktu setempat.

Sebagian besar stasiun MRT tetap tutup pada Senin pagi, termasuk Admiralty, Prince Edward, dan Mong Kok, lapor South China Morning Post.

Seluruh sistem kembali ditutup pada pukul 18.00 sore demi "memberikan lebih banyak waktu untuk perbaikan", kata MTR Corporation.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved