SPDP 3 Tersangka Dugaan Korupsi Monumen Bahasa Masuk Tahap 1

Sarat korupsi, monumen bahasa pulau penyengat yang mangkrak bagaikan rumah tidak bertuan itu akhirnya menemukan titik terang setelah Kepolisian Daera

SPDP 3 Tersangka Dugaan Korupsi Monumen Bahasa Masuk Tahap 1
ist
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga 

TRIBUNBATAM.id. BATAM - Sarat korupsi, monumen bahasa pulau penyengat yang mangkrak bagaikan rumah tidak bertuan itu akhirnya menemukan titik terang setelah Kepolisian Daerah (Polda) Kepri menetapkan tersangka.

Tiga tersangka dalang otak dugaan korupsi yang menelan anggaran Milliaran rupiah itu akhirnya di tahan.

“Sudah ditahan, tiga nama yakni, Arifin Nasir, mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kepri, Direktur PT Sumber Tenaga Baru, Yunus dan Muhammad Yasir selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA),” ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga kepada Tribun, Rabu (09/10/2019).

Jalan Raya Pasir Putih Batam Rusak Parah, Warga Minta Pemerintah Ambil Tindakan

Kepala BPJS Kesehatan Beberkan Alasan Tidak Hadiri RDP Dengan Dewan Batam dan Pihak Rumah Sakit

Amsakar Sebut Pelabuhan Rakyat Perlu Diformalkan untuk Memasukkan Bahan Pokok di Batam

Dikatakan Erlangga bahwa Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) sudah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri.

“SPDP sudah mau masuk tahap 1,berkas akan segera kita kirimkan,” ucapnya.

Sementara Dirkrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Rustam Mansur mengatakan untuk kasus dugaan korupsi monumen bahasa masih dalam pengembangan pihaknya.

“Sudah kita amankan semua. Nanti-nanti.. kita masih kembangkan kemungkinan akan ada tersangka baru,” ungkapnya.

Sementara Kasipenkum Kejati Kepri, Ali Rahim Hasibuan saat dihubungi, Rabu (09/10/2019) mengatakan penyidikan untuk 3 tersangka dalam SPDP yang diterima telah berjalan.

Kisah Kampung Wisata di Bintan, Sehari Warga Nikmati Listrik 6 Jam, PLN Mengaku Tak Bisa Masuk

“SPDP yang kedua sudah kita terima sebagai tersangka. Mereka dijerat pasal 2 dan pasal 3 undang-undang tindak pidana korupsi dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun,” ungkap Ali menerangkan.(Tribunbatam.id/Beres Lumbantobing)

 

Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved