24 Tahun Kelola Air Bersih di Batam, PT ATB Punya Aset Hingga Rp 1 Triliun

Selama 24 tahun mengelola air bersih di Kota Batam, PT. Adhya Tirta Batam (ATB) tentunya memiliki beberapa aset terkait tugasnya itu.

24 Tahun Kelola Air Bersih di Batam, PT ATB Punya Aset Hingga Rp 1 Triliun
TRIBUNBATAM.ID/DIPA NUSANTARA
Head of Corporate Secretary ATB, Maria Y. Jacobus 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Selama 24 tahun mengelola air bersih di Kota Batam, PT. Adhya Tirta Batam (ATB) tentunya memiliki beberapa aset terkait tugasnya itu.

Hal ini seperti penuturan Head of Corporate Secretary ATB, Maria Y. Jacobus, kemarin malam, Rabu (9/10/2019), saat berdiskusi santai dengan beberapa awak media.

"Kalau kisaran itu totalnya kurang lebih Rp 1 triliun. Tapi saya tidak tahu angka pasti, yang jelas untuk pengelolaan air ada fasilitas lama (BP Batam) dan fasilitas baru yang kami kembangkan sendiri," terangnya.

Jokowi Beri Target 4 Bulan Untuk Benahi Batam, Salah Satunya Perbaikan Pelabuhan Peti Kemas

BPJS Kesehatan Gandeng Halodoc, Perluas Akses Layanan Kesehatan Digital kepada Masyarakat

Yamaha Gelar Promo Sumpah Pemuda, Ada Potongan DP Motor Selama Oktober

Dia pun menyebut, untuk fasilitas baru tentu ada perhitungan baru perihal besaran anggarannya.

"Banyak item, seperti item meter ya. Itu belum bicara pipa yang dalamnya ratusan meter, dan beberapa lainnya," sambung Maria.

Dia pun menambahkan, pihaknya bersedia untuk menyerahkan seluruh aset pengelolaan air bersih kepada BP Batam jika memang ke depannya ATB tidak lagi menjadi operator pengelola.

Namun baginya, berbicara perihal aset tentu akan berbicara validasi terhadap beberapa pembangunannya.

Isinya Bukan Rp3 Miliar, Barbie Kumalasari Lihatkan Uang ATM Pada Ruben Onsu, Alasannya Bikin Ngakak

Lima Tokoh Karimun Sudah Mengambil Formulir Pilbup di PDIP, Dari Namanya Sudah Banyak yang Kenal

"Bicara hitam di atas putih, contoh ambil dimeter, tentu ini akan kami serahkan ke BP Batam juga. Namun melakukan validasi bukan hanya membaca meter, itu butuh berapa lama waktunya. Tidak semudah itu, tentu banyak kendala. Apakah cukup dilakukan dalam waktu setahun jelang berakhirnya konsesi? Butuh upah dan segala macamnya untuk menggali itu lagi," jelasnya.

Maria menegaskan segala upaya validasi itu membutuhkan waktu panjang. Namun menurutnya, ini tentu tak akan memakan waktu jika pihak BP Batam memercayakan seluruh aset itu tanpa melakukan validasi.

"Beda cerita kalau BP bilang, yaudah kita percaya dengan apa yang diserahkan oleh ATB," tambahnya sambil tersenyum.

Namun Maria menegaskan, dalam minggu ini pihaknya akan memberi beberapa data untuk kebutuhan tim pengakhiran konsesi.

"Kami tidak pernah menghindar kok," akunya.

Lima Tokoh Karimun Sudah Mengambil Formulir Pilbup di PDIP, Dari Namanya Sudah Banyak yang Kenal

Darinya diketahui pula ATB hingga saat ini telah memiliki Customer Connection atau pelanggan di Kota Batam sebanyak 283 ribu.

Selain itu, pihak ATB pun menyatakan bersedia untuk kembali mengikuti proses penenderan pengelolaan air di Kota Batam.

"24 tahun mengabdi untuk Batam, tentu kami tahu apa yang terbaik untuk masyarakat. Tapi kesampingkan dulu konsesi, kami akan tetap tunduk dan patuh terhadap kontraktual," pungkas Maria. (tribunbatam.id/dipanusantara)

Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved