BATAM TERKINI
Beralih Pertamax karena Tak Ada Premium, Pendapatan Driver Ojek di Batam Turun
Kesulitan mendapatkan BBM jenis pertalite dan premium, ikut dirasakan driver ojek online sebab menyebabkan pendapatan para driver turun.
"Kalau kelangkaan, tidak pernah terjadi. Hanya saja pengiriman minyak (BBM) sering terlambat . Ini yang membuat antrean pengisian selalu panjang," kata Rizal, Rabu (9/10).
Dia menjelaskan, jika stok minyak sempat habis, antrean langsung panjang begitu minyak datang.
"Ya biasanya mereka menunggu, begitu minyak datang masyarakat langsung ramai datang," kata Rizal.
Terkait kendaraan mobil mewah yang ikut membeli bahan bakar jenis premium yang bersubsidi, pihak SPBU tidak bisa membatasi.
"Kita ini hanya melayani pembelian minyak. Siapa pun yang datang kita layani," kata Rizal.
Meski begitu, kata Rizal, akhir-akhir ini sudah mulai banyak orang kaya di Sagulung, yang sadar diri.
"Kalau untuk premium, sudah mulai berkurang mobil mewah ikut antre, mereka mulai beralih beli pertalite," kata Rizal.
Di SPBU Codo Sagulung Batam, penjualan minyak untuk jenis Premium per hari mencapai 16 ton.
"Jumlah itu lumayan banyak. Makanya kalau sempat stok sebanyak itu habis, pasti begitu datang antrean langusung panjang," kata Rizal.
Terkait minyak jenis pertalite, menurut Rizal tidak pernah ada masalah.
"Pertalite ini kan bukan minyak subsidi, jadi berapa pun permintaan kita ke Pertamina, mereka berikan, beda dengan Premium dan Solar, kuotanya dibatasi," kata Rizal.
Untuk kouta solar, SPBU Codo hanya mendapatkan 18 ton dalam satu minggu.
"Solar itu pembeliannya tiga kali dalam satu minggu, sekali pembelian hanya diberikan kuota 8 ton," kata Rizal.
Antrean
Antrian panjang kendaraan roda dua dan roda empat saat mengisi BBM subsidi jenis premium langsung bubar di SPBU no 14.294.718, Batam Center, Rabu (9/10/2019) saat petugas memasang plang bertuliskan "premium dalam pengantaran".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2982019_gojek.jpg)