BATAM TERKINI

TERUNGKAP! Ternyata Pajak Ini Penyebab BBM Non Subsidi di Batam Lebih Mahal Dibanding Kota Lain

Harga BBM non subsidi di Batam diketahui jauh lebih mahal dibandingkan harga di kota lain. Kenapa bisa begitu? Begini penjelasan Pertamina.

TERUNGKAP! Ternyata Pajak Ini Penyebab BBM Non Subsidi di Batam Lebih Mahal Dibanding Kota Lain
Tribunbatam.id/Argianto DA Nugroho
Antrean di SPBU mengular akibat kelangkaan BBM jenis premium dan pertalite di Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Selama ini diketahui, harga BBM non subsidi di Batam harganya jauh lebih mahal dibandingkan kota lain di Indonesia.

Terkait hal itu, anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Hendra Asman menanyakan langsung kepada pihak PT Pertamina. 

"Iya pak apakah benar harga BBM Non Subsidi kita lebih mahal disini dari seluruh Indonesia," ujar Hendra di ruangan Komisi II DPRD Kota Batam belum lama ini.

Hendra juga meminta alasan yang kuat kenapa harga BBM non subsidi lebih mahal di Batam.

Hal ini direspon langsung perwakilan PT Pertamina.

 

Marketing Branch Manager Pertamina Wilayah Kepri, Awan Raharjo mengatakan, perbedaan harga ini dikarenakan Pajak atas Penggunaan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PPBKB) di Kota Batam sebesar 10 persen.

AWAL 2020, Presiden Jokowi Akan Serahkan Sertifikat Hak Milik Kampung Tua di Batam

Pemilik Ruko Khazanah Sukajadi Batam Protes Penerapan Parkir Khusus, Ini Jawaban UPT Parkir

"PPBKB itu adalah pajak kendaraan bermotor yang memang dikenakan kepada bahan bakar yang dipakai untuk sebuah transportasi. Di Kepri memang ditetapkan PPBKB 10 persen," ujar Awan kepada Tribun, Kamis (11/10/2019).

 

Diakuinya pihaknya juga tak menyalahkan tarif PPBKB ini ketinggian.

Pasalnya Pajak Pertambaha Nilai (PPN)nya sendiri 0 persen karena Free Trade Zone.

"Kalaupun kita lihat harga BBM subsidi tertinggi se Indonesia tapi tak begitu jauh juga perbedaannya. Pertalite di Batam sekitar Rp 8.000 per liter. Di daerah lain sekitar 7.600 sampai 7.800 per liter. Kalau kita makan pun di Jawa dan di Batam berbeda. Di restoran merek yang sama misalnya harga di Batam lebih mahal. 1 bulan di Batam kaget karena berbanding dengan Singapura," paparnya.

Sementara itu, terkait harga bahan baku BBM non subsidi lebih mahal di Batam ia tampak enggan berkomentar.

Awan hanya berfokus kepada tingginya pajak bahan bakar.

"Biaya PPBKB ini lebih mahal juga karena pembangunan di Batam lebih cepat. Jalan-jalan di Kota Batam hampir bebas macet, lebar-lebar, mulus-mulus. Ini hasil pajak yang kita bayarkan sama-sam," katanya. (tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved