Singapura Keluarkan Larangan Iklan Minuman Manis, Apa Penyebabnya?

Singapura telah resmi keluarkan larangan iklan minuman manis baik di portal online ataupun media sosial. Berikut penyebab Singapura larang iklan ini.

Singapura Keluarkan Larangan Iklan Minuman Manis, Apa Penyebabnya?
Kompas.com
Singapura 

Mereka menyelesaikan survei tersebut selama empat hingga 26 tahun dengan memberi peneliti informasi secara keseluruhan tentang kesehatan dan gaya hidup termasuk data apakah mereka menderita diabetes tipe 2.

Data tersebut kemudian dipantau terkait perubahan konsumsi minuman, berat badan dan kesehatan secara keseluruhan.

Bahaya Minuman Manis

Selama ini, banyak minum minuman manis kerap dikaitkan dengan risiko kenaikan berat badan diabetes tipe 2 karena terdapat kandungan gula yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

Tapi dalam penelitian ini, minuman manis berhubungan dengan risiko diabetes tipe 2 tak berpengaruh pada kenaikan berat badan.

Perubahan berat badan hanya menyumbang 28 persen keterkaitan antara konsumsi minuman manis dan resiko diabetes.

Faktor-faktor yang disoroti dalam makalah tersebut adalah masalah bagaimana minuman manis ini bekerja.

Satu teori yang disimpulkan penulis adalah minuman manis bisa menyebabkan penumpukan lemak pada hati yang bisa mengganggu aktivitas insulin.

Pemanis buatan bisa berbahaya

Namun, yang mengejutkan dalam penelitian tersebut adalah minuman seperti jus dan minuman yang dimaniskan dengan pemanis buatan seperti pada soda diet justru 100 persen memiliki risiko menyebabkan diabetes lebih tinggi.

Halaman
123
Editor: Putri Larasati Anggiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved