Singapura Keluarkan Larangan Iklan Minuman Manis, Apa Penyebabnya?
Singapura telah resmi keluarkan larangan iklan minuman manis baik di portal online ataupun media sosial. Berikut penyebab Singapura larang iklan ini.
Perubahan berat badan hanya menyumbang 28 persen keterkaitan antara konsumsi minuman manis dan resiko diabetes.
Faktor-faktor yang disoroti dalam makalah tersebut adalah masalah bagaimana minuman manis ini bekerja.
Satu teori yang disimpulkan penulis adalah minuman manis bisa menyebabkan penumpukan lemak pada hati yang bisa mengganggu aktivitas insulin.
Pemanis buatan bisa berbahaya
Namun, yang mengejutkan dalam penelitian tersebut adalah minuman seperti jus dan minuman yang dimaniskan dengan pemanis buatan seperti pada soda diet justru 100 persen memiliki risiko menyebabkan diabetes lebih tinggi.
Hal tersebut kemudian dihubungkan dengan perlakuan buah yang seharusnya dimakan secara utuh karena mengandung serat.
Mereka yang mengkonsumsi pemanis buatan dengan kandungan yang terus meningkat, juga menunjukkan 18 persen resiko diabetes yang lebih tinggi.
Risiko tersebut lebih tinggi daripada menggunakan pemanis gula asli.
Tapi studi Jean-Philippe Drouin-Chartier, seorang ahli gizi pascadoktoral di Harvard TH Chan School of Public Health menekankan, tidak berarti minum minuman diet sama buruknya dengan minuman bergula.
Pada beberapa orang yang memiliki masalah medis hal tersebut terbukti bermanfaat bagi kesehatannya.
• Baru Pertama Kali ke Singapura? Inilah Panduan Lengkap Gunakan MRT Singapore
• Hidangkan Durian Berlapis Emas 24 Karat, Coba Sajian Khas Wang Yuan Cafe di Singapura
• Rekomendasi 6 Tempat Belanja Oleh-oleh Murah Meriah di Singapura, Beli Perhiasan ke Haji Lane
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Singapura Larang Iklan Minuman Manis, Ini Ternyata Bahayanya".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ssingapura.jpg)