Kamis, 4 Juni 2026

Hari Ini Dalam Sejarah, Singapura Eksekusi Mati Usman & Harun, Marinir Indonesia, Ini Kisahnya

Tiga tahun kemudian, persisnya pada Kamis 17 Oktober pukul 06.00 waktu setempat, Usman dan Harus dihukum dengan cara digantung.

Tayang:
IST
Berbicara soal pasukan khusus, nampaknya Indonesia belum begitu familiar dengan nama Usman dan Harun 

Hari Ini Dalam Sejarah, Singapura Eksekusi Mati Usman & Harun, Marinir Indonesia, Ini Kisahnya

TRIBUNBATAM.id - Tribun Batam melansir Buku berjudul : Usman Janatin dan Harun Tohir Kisah Perjuangan Pahlawan Dwikora, Tulisan Arif Saefudin, Deep Publish terbitan Tahun 2018, di situ disebutkan, Usman lahir Kamis, 18 Mater 1943.

Nama yang diberikan ayahnya adalah janatin.  Sekitar jam 10. 00 siang, Janatin
membuka mata untuk pertama kalinya melihat dunia.

Janatin lahir dari rahim Siti Rukijah, seorang ibu rumah tangga di Dusun Tawangsari, yang masuk
ke dalam wilayah administrasi Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga.

Janatin lahir di wilayah yang masuk ke dalam kawasan Kecamatan Purbalingga, tepatnya di Desa
Jatisaba. Janatin merupakan anak ke-7.

Kelak, Janatin termasyur namanya dengan Usman, seorang pasukan khusus TNI AL yang sangat terkenal dan dipuji Presiden Soekarno. Kelak namanya melegenda dengan sebutan Usman Janatin.

Ia disebut sebagai pahlawan dari Indonesia karena keberaniannya di masa lampau.

Semua berawal ketika tengah terlibat dalam konfrontasi militer dengan Malaysia (1961-1966) silam, Indonesia melakukan beragam cara.

Selain melancarkan operasi penyusupan lewat perbatasan yang berada di darat, militer Indonesia juga melancarkan operasi rahasia lewat laut.

Tujuan operasi penyusupan yang dilakukan oleh Pasukan Katak (Kopaska) dan Marinir (KKO) itu berupa operasi intelijen, provokasi, dan sabotase.

Salah satu misi operasi sabotase yang berhasil adalah yang dilakukan oleh Sersan Dua KKO Djanatin, Kopral Satu KKO Tohir, dan rekan-rekannya yang bertugas sebagai operator perahu, Gani bin Aroep.

Untuk mengamankan jalannya operasi itu, mereka membuat nama samaran sesuai dengan nama warga setempat.

Kopaska TNI AL
Kopaska TNI AL (Pinterest)

Djanatin memakai nama samaran Usman bin Haji Muhammad Ali dan Tohir memakai nama Harun bin Said.

Sasaran utama misi rahasia itu adalah melakukan sabotase di pusat kota Singapura dengan berbekal bahan peledak seberat 12,5 kg.

Target yang harus diledakkan adalah gedung McDonald House yang berada di pusat keramaian kota.

Karena ketatnya penjagaan di perairan Singapura, ketiga infiltran itu menyamar sebagai pemasok barang dagangan ke Malaysia dan Singapura.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved