BATAM TERKINI

Nominal UMK Batam 2020 Tak Kompetitif Lagi

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Batam, Rafki Rasyid menilai, dari sisi upah tenaga kerja di Batam,nilainya sudah tidak kompetitif lagi.

Nominal UMK Batam 2020 Tak Kompetitif Lagi
wahyu
Umk Batam 

Ia membandingkan besaran upah antara Batam dengan beberapa negara ASEAN lainnya, dari yang tertinggi hingga rendah yang diperoleh dari berbagai sumber.

Buruh Belum Puas UMK Rp 4,1 Juta, FSPMl Berharap di Kisaran Rp 4,5 - 5 Juta

Dengan kurs kan ke rupiah hari ini (Kamis (17/10), Upah Minimum Kota (UMK) Kota Besar Thailand sudah sekitar Rp 4.667.400. Lalu UMK Batam 2020 sekitar Rp 4.130.000.

Disusul UMK Kota Besar Malaysia 2020 Rp 4.082.000, UMK Kota Besar Filipina 2020 Rp 3.441.000. UMK Kota Besar Vietnam 2020 Rp 2.706.294, UMK Kota Besar Kamboja Rp 2.660.000 dan UMK Kota Besar Myanmar 2020 Rp 1.441.860.

"Kalau kita perhatikan data di atas, maka dari segi upah tenaga kerja Batam sudah tidak kompetitif lagi," kata Rafki, Kamis (17/10) kepada Tribun.

Apindo khawatir kenaikan upah tenaga kerja di Batam, investor yang ada sekarang akan memutuskan pindah usaha ke negara-negara yang upahnya masih lebih kompetitif dibanding Batam.

"Terutama untuk footlose industry yang mengejar upah murah dan industri padat karya yang jumlah karyawannya banyak," ujarnya.

Karena itu, menurutnya, regulator di Batam harus secepatnya mengeluarkan kebijakan yang meringankan pengusaha di Batam. Di antaranya dengan memberikan insentif berupa pajak ataupun insentif non pajak.

"Contohnya lahan yang disediakan harus murah, ongkos angkut kontainer diturunkan, kemudahan pengurusan perizinan dan sebagainya," kata Rafki.

Jika insentif itu tidak segera diterapkan, Apindo khawatir investor di Batam merasa tidak nyaman lagi dan memilih pindah ke negara tetangga.

Apindo juga berharap rekan-rekan buruh juga mengurangi aksinya turun ke jalan.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved