Sidang Billy Cs di Karimun, Hakim Suruh Jono Cuci Muka

Jono yang tidak fasih berbahasa Indonesia dianggap Majelis Hakim berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

Sidang Billy Cs di Karimun, Hakim Suruh Jono Cuci Muka
tribunbatam/istimewa
Sidang Dugaan Penganiayaan Anak di Bawah Umur di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri Jumat (18/10/2019). Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari JPU ini, turut menghadirkan empat terdakwa termasuk Billy, pengusaha hotel di Karimun. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Ada saja cerita saat sidang kasus dugaan penganiayaan anak di bawah umur yang menyeret Billy, pengusaha hotel di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri. 

Dalam sidang di ruang Cakra dengan agenda mendengarkan saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Karimun, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Karimun meminta agar Jono alias Abi salah seorang saksi untuk mencuci mukanya. 

Jono yang tidak fasih berbahasa Indonesia dianggap Majelis Hakim berbelit-belit dalam memberikan keterangan. 

Ketua Majelis Hakim, Joko Dwi Hatmoko juga menilai, apa yang disampaikan oleh Jono berbeda dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kepolisian. 

Menurut Jono, tidak ada dari empat terdakwa, khususnya Billy yang memukul korban berinisial Ts di halaman salah satu kelenteng di Kecamatan Meral pada Agustus kemarin. 

Billy menurutnya hanya merangkul korban, lebih dari itu dia mengaku tidak melihat lagi. 

Harusnya Mulai Masuk Tahanan, Billy CS Belum Sampai Rutan Karimun

Bos Hotel Satria di Karimun Jadi Tersangka Penganiayaan. Aksi Pemukulan Billy Ternyata Terekam CCTV

Bos Hotel Satria Pastikan Laporan Richardo 100 Persen Hoax. Billy: Dia Tampar Mukanya Sendiri

Keterangan yang disampaikan Jono ini langsung direspon oleh Joko. 

"Kamu cuci muka kamu dulu. Pak jaksa tolong antarkan. Keterangan yang anda berikan kenapa seperti bumi dan langit perbedaannya. Memberikan keterangan palsu juga dapat dihukum, atau dicoba dulu saudara ditahan tiga hari supaya tenang," ujar Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun itu Jumat (18/10/2019).

Selain Jono, JPU menghadirkan saksi lain, As. 

Sidang ini sebelumya sudah dilakukan Senin (14/10) kemarin. 

Penundaan terpaksa dilakukan Majelis Hakim karena saksi yang dihadirkan tidak didampingi oleh penerjemah. 

Saksi lain yang masih di bawah umur, menurutnya juga tidak didampingi oleh intansi terkait semisal Dinas Sosial. 

Empat terdakwa Billy, Michael, Vincent, dan Agustino hadir dalam sidang itu.(tribunbatam.id/elhadifputra)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved