BATAM TERKINI

Tiap Hari Libur, Kendaraan ke Piayu Laut Dikenakan Tarif, Dishub Sebut Bukan Biaya Parkir

Pemasangan portal di jalan umum disertai pungutan masuk ke seafood Piayu Laut setiap hari libur ataupun hari besar menjadi pergunjingan masyarakat.

Tiap Hari Libur, Kendaraan ke Piayu Laut Dikenakan Tarif, Dishub Sebut Bukan Biaya Parkir
Tribunbatam.id
Penarikan biaya parkir saat masuk ke Piayu Laut 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemasangan portal di jalan umum disertai pungutan masuk ke seafood Piayu Laut setiap hari libur ataupun hari besar menjadi pergunjingan masyarakat. Bahkan terkait kondisi ini, warga sudah pernah melakukan mediasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam. Dalam mediasi tersebut mengundang pihak Kecamatan Seibeduk, Kelurahan Piayu, serta pihak Polsek Seibeduk beberapa waktu lalu.

Kepala UPT Parkir Dishub Batam, Alexander Banik mengakui pungutan tersebut bukan untuk uang parkir, melainkan kutipan masuk daerah kunjungan di Piayu Laut. Pungutan untuk sepeda motor sebesar Rp 3 ribu dan mobil Rp 5 ribu.

Pungutan itu, lanjut Alex, bukanlah atas kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam hal ini Dishub Kota Batam, tapi murni inisiatif warga setempat. Portal yang terpasang di jalan umum tak jauh dari gerbang selamat datang di Piayu Laut.

"Kami sudah merapatkan hal itu dan mendudukan bersama. Memang yang memasang adalah warga Piayu Laut," kata Alex, Minggu (20/10/2019).

Ia melanjutkan kesimpulan rapat tersebut bahwa pihak Dishub Kota Batam menyarankan agar portal tersebut dibongkar dan kutipan ditiadakan. Sebenarnya pemasangan portal tidak masalah jika tidak mengganggu si pengendara.

"Kami meminta portal yang ada saat ini dibongkar saja, karena disitu dibarengi warga meminta pungutan masuk ke pengunjung yang hendak ke seafood di Piayu Laut. Kami tak mempermasalahkan pemasangan portal di jalan umum itu, asalkan tak mengganggu pengendara umum yang berhak melintas," tegasnya.

Kaget Ada Razia, Kendaraan Putar Balik Atau Parkir di Tepi Jalan Tembesi Batam Tunggu Razia Kelar

Lukita: Batam Sudah Seperti Rumah Saya Sendiri dan Tak Gentar Lawan Amsakar di Pilwako Batam 2020

Ini Pekerjaan Rumah Jokowi Lima Tahun ke Depan Setelah Dilantik Jadi Presiden Indoensia 2019-2024

Kalaupun dipasang portal, kata dia, sebaiknya jangan ada lagi pungutan ke pengunjung. Kalau masih ada pungutan, maka portal yang ada wajib dibongkar.

"Sebenarnya ini bukan ranah kami, tapi sepenuhnya ranah dari pihak Kecamatan Seibeduk ataupun Kelurahan Seibeduk," kata Alex.

Sementara itu, Camat Sei Beduk, Gufran mengatakan terkait masalah pro kontra pemasangan portal di jalan umum Piayu Laut serta adanya pungutan uang masuk per kendaraan, sudah pernah mediasi. Pihaknya sudah mengimbau ke warga Piayu Laut bahwa tak mempermasalahkan pungutan itu asalkan tidak menyalahi aturan.

"Masalah jalan yang diportal warga, sepenuhnya kewenangan berada di Dishub Batam. Ada pihak berwenang yang berhak menyelesaikan itu. Yang saya inginkan jangan sampai warga kami bersentuhan dengan hal yang melanggar aturan atau hukum," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved