Sabtu, 18 April 2026

Penertiban Pasar Induk

Kios Digusur, Pedagang Teriak Histeris : Kami Pedagang, Bukan Pencuri

Para pedagang berteriak histreris ketika tim terpadu menertibkan pedagang di Pasar Induk Jodoh, Batam, Rabu (30/10/2019).

TRIBUNBATAM.ID/ROMA ULY SIANTURI
Para pedagang protes saat ratusan aparat keamanan gabungan tersebut terdiri dari Kepolisian, TNI, Angkatan Laut, Lanal, Kodim, Ditpam Satpol melakukan penertiban. 

TRIBUNBATAM.id - Para pedagang berteriak histreris ketika tim terpadu menertibkan pedagang di Pasar Induk Jodoh, Batam, Rabu (30/10/2019).

Ratusan warga dan penertiban gabungan dari Pemko Batam, nyaris baku hantam, Rabu (30/10) pagi.

Saat petugas gabungan itu hendak menertibkan atau pembongkaran pasar induk Jodoh, Batam, Kepri.

Pedagang dan petugas sempat saling dorong. Pedagang menolak direlokasi. Karena menurut mereka, Pasar induk itu mereka tempati karena sudah ada izin pemko sebelumnya.

"Kami di sini bukan ilegal bapak bapak. Kami juga bayar pajak," kata orator dari pedagang.

Pedagang lainnya terus berteriak histeris.

"Kami pedagang, bukan pencuri. Kami ada anak sekolah," teriaknya.

Sementara pihak pemko menilai, pasar induk itu sudah kumuh dan layak direlokasi. Nantinya akan dibangun pasar modern.

Suasana penertiban nyaris ricuh. Baik pedagang maupun petugas saling mempertahankan. Bakar ban pada suasana itu terjadi. Sementara alat berat dari petugas menyasar mendekati pasar.

Hindari jalan Duyung

Pengguna jalan sebaiknya menghindari melintas di Jl Duyung Batam, Selasa (30/10/2019).

Penertiban Pasar Induk Jodoh berlangsung ricuh.

Pedagang melawan dan menolak ditertibkan.

 "Kami ini pedagang, bukan pencuri. Kami di sini disahkan, bukan kami ilegal," teriak pedagang.

Pedagang menolak penertiban.

Mereka membuat barikade.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved