2 Pengedar Narkoba Kabur Saat Penggusuran Pasar Induk Sei Jodoh Batam
Amir menjemput narkoba dari kapal yang sandar di Dermaga kecil di belakang Pasar Induk Sei Jodoh, sekitar 200 meter, dari gedung utama pasar.
1. BNNP Kepri: Pengguna Narkoba Capai 26.540 dengan 141,8 Kg Sabu
Ekspose pemusnahan BNNP Kepri
Dalam catatan Badan Nasional Narkotika Provinsi Kepri, tahun 2017 dan 2019, Kota Batam merupakan kawasan peredaran dan pengguna narkoba terbanya.
Angka pengguna narkotika dan obat terlarang di Kepulauan Riau ternyata cukup fantastis. Tercatat, ada puluhan ribu warga Kepri yang ternyata aktif menggunakan narkoba.
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri dalam jumpa pers di Batam, Kamis (31/10/2019), terungkap
sepanjang tahun 2019 ini, BNNP Kepri telah mengamankan sabu-sabu seberat 141.873 kilogram, serta 44.933 ribu pil ekstasi.
Dari hasil penelitian disebutkan total 26.540 orang di Kepulauan Riau yang dinilai aktif memakai barang terlarang ini.
“Itu dari survei nasional yang dilakukan tahun 2017, karena kita melakukan penelitian setiap 3 tahun sekali,” ujar Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan.
Richard menjelaskan dari 26.540 orang pengguna aktif tersebut, ada yang sudah mendapatkan rehabilitasi dan ada juga yang belum.
Salah seorang pedagang buah di sempadan jalan Pasar Jodoh, menyebutkan, sejak 2006 lalu, wacana penngusuran dan rehabilotasi pasar itu sudah berhembus di kalangan 100-an pelapak buah dan sayuran.
Tahun 2018 lalu, pedagang sudah menerima surat edaran dari Pemkot untuk membongkar lapak mereka.
“Saat hearing dengan DPRD Batam, kita yang pedagang murni sduah bilang di sana itu sarang narkoba, sarang preman, dan banyak transaksi narkoba. Mereka hanya numpang, tapi merusak nama kami yangmuni pedagang,”
Pemerintah Kota (Pemko) Batam sendiri memprioritaskan pedagang lama untuk menempati Pasar Induk Jodoh. Kepala Bidang Pasar Disperindag Batam Zulkarnain menyebutkan data terakhir ada 86 pedagang yang ikut direlokasi sementara di sekiyar kawasan itu.