Senin, 4 Mei 2026

BATAM TERKINI

Pernah Jadi Proyek Gagal, Anggota DPRD Batam Ingatkan Ini Soal Revitalisasi Pasar Induk Jodoh

Anggota DPRD Batam mengingatkan Pemko Batam agar lebih hati-hati terkait rencana revitalisasi Pasar Induk Jodoh Batam yang pernah jadi produk gagal.

Tayang:
TRIBUNBATAM.ID/LEO HALAWA
Anggota DPRD Kota Batam Tohap Erikson Pasaribu 

Pernah Jadi Proyek Gagal, Anggota DPRD Batam Ingatkan Ini Sebelum Revitaliasasi Pasar Induk Jodoh

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Anggota DPRD Kota Fraksi PDI-Perjuangan Tohap Erikson Pasaribu, mengapresiasi rencana revitalisasi pasar Induk Jodoh, Batam, Kepri.

Revitaliasasi tersebut penting untuk menghadirkan kenyamanan baik untuk pedagang maupun pembeli.

"Untuk yang baik tetap kami dukung," kayanya Kamis (31/10/2019).

Namun, Tohap mengingatkan Pemko Batam untuk tidak tergesa-gesa.

Sebab kata dia, bangunan yang dibangun antara tahun 2000-2003 telah menelan anggaran negara sebesar sekitar Rp 53 miliar.

Agar tidak melanggar hukum, terlebih dahulu dihitung segala sesuatu hal.

"Jangan sampai melanggar hukum. Karena menurut kami, proyek semula pasar Induk Jodoh adalah proyek gagal. Tidak menghasilkan apa-apa tapi dirobohkan begitu saja. Puluhan miliar anggaran telah tertelan membiayai bangunan itu. Tapi sekarang gagal total, dan menjadi kumuh," ujar Tohap.

Tohap mengingatkan, agar tidak menjadi proyek gagal kedua kali, Pemko Batam harus terbuka. Apa tujuan dan target pasar ke depan.

Udin Dukung Revitaliasai Pasar Induk Jodoh Batam: Kita Nggak Mau Jadi Rumah Hantu

"Jangan sama yang saat ini. Dibangun tapi tidak bermanfaat. Tidak dikelola dengan baik. Yang baru ini, Wali Kota Batam harus berani memberikan jaminan pengelolaan pasar ke depan, " katanya.

Tohap bercerita, menjadi salah satu korban kegagalan Pasar Induk.

Pada tahun 2007-2009 lalu, ia menyewa kios dan gudang peruntukan pabrik es.

Dan uangnya sudah keluar ratusan juta rupiah. Namun setelah dikasih uang kepada Pemko Batam kala itu pasar tidak jelas.

"Saya dulu usaha pabrik es. Setelah saya habis seratus juta rupiah lebih, pasar basah tidak jelas. Akhirnya, usaha saya kala itu mati sia-sia. Itu akibat pengelolaan pasar Jodoh itu tidak becus. Korbannya saya sendiri waktu menjadi pengusaha di bidang itu. Bukti setor masih ada sampai sekarang," ujarnya.

Tohap takut, pasar yang digadang-gadang dibangun lima lantai dan menelan anggaran sekitar Rp 200 miliar, sia-sia dan tidak terurus lagi, sama seperti sebelumnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved