Rabu, 6 Mei 2026

Melihat Gaya Kepemimpinan Anies dan Ahok BTP, Pengamat Beri Contoh Antara Bung Hatta & Soekarno

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Mada Sukmajati, mengatakan, adu argumen antara Ahok dan Anies sudah bisa dilihat sejak Pilkada 2017.

Tayang:
kolase Tribunnews.com
Anies Baswedan dan Ahok 

Melihat Gaya Kepemimpinan Anies dan Ahok, Pengamat Beri Contoh Antara Bung Hatta & Sokearno

TRIBUNBATAM.id- Anggaran lem aibon Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mencapai nilai miliaran rupiah menjadi perhatian publik.

Tak hanya anggaran lem aibon, setidaknya muncul lima anggaran fantastis yang membuat penyusunan anggaran Pemprov DKI Jakarta tahun anggaran 2020 menjadi sorotan publik akhir-akhir ini.

Hal itu karena ditemukan banyak kejanggala dalam penyusunan anggaran tersebut. 

Lima anggaran fantastis, yakni anggaran influencer Rp 5 miliar, pembangunan jalur sepeda Rp 73,3 miliar, pembelian lem Aibon Rp 82,8 miliar, pembelian bolpoin Rp 124 miliar, dan pembelian komputer Rp 121 miliar.

Detail komponen anggaran yang dimasukkan ke sistem e-budgeting tersebut dinilai bukanlah anggaran yang sebenarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan adanya kesalahan sistem digital yang digunakan.

Anies mengatakan, meskipun saat ini Pemprov DKI menggunakan sistem digital, pengecekannya tetap manual.

Akibatnya, tingkat lolosnya anggaran yang janggal pun terbilang tinggi.

Sistem itu seharusnya bisa dilakukan dengan smart system.

Terkait dengan sistem e-budgeting tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) pun angkat bicara.

Ia justru menyebut Anies terlalu pintar.

"Aku sudah lupa definisi smart seperti apa karena Pak Anies terlalu oversmart," ujar Ahok saat dihubungi Kompas.com, Kamis (31/10/2019).

Ketika Ahok BTP Buka Suara soal Sistem E-Budgeting yang Dikritik Anies: Pak Anies Terlalu Oversmart

Reaksi Ahok BTP Soal Kritikan Anies Baswedan: Sistem e-Budgeting Baik Jika Tidak Ada Niat Maling

Ahok menjelaskan, sistem e-budgeting yang digunakan saat dia menjabat sebagai gubernur dahulu bisa mengetahui detail anggaran apa pun, seperti lem Aibon dan pulpen.

Sistem e-budgeting yang dia terapkan, lanjut Ahok, juga bisa mengetahui orang-orang yang memasukkan anggaran yang dinaikkan (mark up).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved