BATAM TERKINI

Kepala BP Batam Rudi Sebut Sejak 1973 HPL di Batam Keliru

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menyebut ada kekeliruan soal Hak Pengelolaan Lahan di Batam sejak 1973 sehingga persoalan lahan tak selesai hingga kini

Kepala BP Batam Rudi Sebut Sejak 1973 HPL di Batam Keliru
TRIBUN BATAM
Walikota Batam Rudi 

Kepala BP Batam Rudi Sebut Sejak 1973 HPL di Batam Keliru

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepala BP Batam, Muhammad Rudi angkat bicara terkait Hak Pengelolaan Lahan di Batam.

Menurutnya selama ini HPL di Batam berjalan keliru makanya persoalan lahan tidak selesai hingga saat ini.

"Bapak ibu sekalian tanyakan diri sendiri apa tugas awal kita. Jika proses awal bapak ibu jalankan ini tidak akan terjadi pesoalan Kampung Tua. Coba sejak tahun 1973 HPL diuruskan. Nyatanya HPL-nya diurus dalam perjalan ini yang keliru. Ke depan akan tidak terjadi lagi," kata Rudi

Padahal Kepres sudah jelas diberikan diberikan Otorita tetapi tidak diurus.

Rudi menyebutkan PTSP proses awal yang salah seluruh PL keluar wajib disertifikatkan seharusnya.

"Apa yang sudah terjadi biarkan. Ke depan jangan terjadi kita akan tertib. Wewenang dikasih selesaikan cepat. Sertifikat tidak diurus. Kalau tata ruang diproses tidak akan melabrak Kepres. Masih banyak HPL yang tidak diurus," kata Rudi.

Rumah Sertifikat Hak Milik di Batam Harus Dialihkan Jadi HGB Jika Dijual

Sementara itu, dalam acara acara pembekalan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di Kantor BP Batam, salah seorang karyawan bertanya kepada narasumber Guru Besar Pertanahan UGM Prof Dr Maria SW Sumardjono mengenai Kampung Tua.

Apakah keberadaan Kampung Tua itu bisa dijadikan hak milik atau tidak. Bagaimana sesuai dengan aturan yang ada.

"HPLnya sah-sah saja kalau diberikan kepada masyarakat di situ. Asalkan memang untuk rumah," ujar Maria menanggapi pertanyaan tersebut. (tribunbatam.id /Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved