Biar Terhindar dari Calo dan Pungli, Cek Cara Mudah Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Surya Rizal menghimbau para peserta BPJS lebih waspada dan selektif dalam menerima informasi

Biar Terhindar dari Calo dan Pungli, Cek Cara Mudah Klaim BPJS Ketenagakerjaan
tribunbatam.id/bereslumban tobing
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Surya Rizal 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Batam Nagoya menyoroti adanya isu terkait penawaran jasa pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) melalui perantara/calo dan pungli yang bisa merugikan peserta.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Surya Rizal, menghimbau kepada para peserta untuk lebih waspada dan selektif dalam menerima informasi dari medsos atau media lainnya.

Tujuannya tidak lain agar terhindar dari penipuan bermodus perantara dan pungli yang mengatasnamakan BPJAMSOSTEK atau BPJS Ketenagakerjaan.

“Setiap peserta yang ingin mengajukan klaim JHT, tidak bisa diwakilkan. Jika ada yang menawarkan jasa untuk melakukan klaim pencairan JHT, hal tersebut dimanfaatkan para calo untuk memungut biaya jasa pencairan dana JHT dan berujung pada tindakan penipuan,” ucap Surya Rizal, Selasa (5/11/2019). 

“Apalagi jika ada oknum yang mengatasnamakan BPJAMSOSTEK atau BPJS Ketenagakerjaan melakukan pungli terkait pengurusan klaim, itu adalah HOAX," sambungnya.

Jumlah Kasus Klaim BPJAMSOSTEK Nagoya Meningkat, Nominal Pembayaran Capai Rp 232 Miliar

Anggota Karang Taruna Kota Batam Sekarang Dilindung BPJS Ketenagakerjaan

Surya Rizal kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati. Jangan sampai menjadi korban.

“Proses klaim JHT yang resmi tidak dikenakan biaya apa pun alias gratis. Jadi jangan mau dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Surya.

Surya menegaskan, para karyawan yang ada di BPJS Ketenagakerjaan tidak akan melakukan perbuatan seperti itu. Apalagi hingga berdampak pada kerugian yang dialami oleh para peserta.

“Jika memang ada karyawan kami yang terbukti melakukan Fraud (suap, pungli, gratifikasi, korupsi) baik dalam proses klaim ataupun pembayaran iuran, pihak management tidak akan segan-segan memberikan sanksi pidana dan pemecatan kepada yang bersangkutan," kata Surya.

Surya melanjutkan, untuk meningkatkan pelayanan kepada peserta, pihaknya telah menyediakan berbagai kanal untuk melakukan klaim. Ditambah dengan pengajuan klaim berbasis elektronik melalui Antrean Online.

Iuran BPJS Kesehatan Naik 100 Persen, Begini Cara Turun Kelas Peserta Mandiri

Pemerintah Resmi Menaikan Iuran BPJS, Tarif Listrik Juga Bakal Menyusul di 2020?

“Bagi peserta yang ingin mengajukan klaim secara online bisa mengaksesnya melalui situs (https://antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id/) lalu mengisi form identitas peserta, tanggal, jam dan kantor cabang tempat pengajuan klaim,” tuturnya.

“Terakhir, peserta tinggal datang ke kantor sambil melengkapi berkas persyaratan seperti KK, KTP, Kartu Peserta, Surat Penglaman dan Buku tabungan sesuai jadwal tanpa harus menunggu antrian,” ujar Surya.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga mengoptimalkan teknologi untuk memudahkan penyampaian informasi dan layanan. Yakni melalui sosial media (sosmed), pengiriman email dan aplikasi BPJSTKU guna melakukan pengecekan saldo JHT, status kepesertaan, upah yang dilaporkan dan informasi lainnya.

"Kami berharap masyarakat hanya menggunakan atau mempercayai informasi dari kanal resmi itu. Kami juga menghimbau agar segera menghubungi kanal resmi layanan BPJS Ketenagakerjaan atau call center kami (BPJS Ketenagakerjaan_red) 175, bila ditemukan hal-hal yang mencurigakan atau meragukan terkait informasi manfaat dan program BPJS Ketenagakerjaan,” kata Surya.

(Tribunbatam.id/Bereslumbantobing)

Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved