Nadiem Makarim Ingatkan 5 Pesan Jokowi dan Tegaskan Teknologi Digital Tak Bisa Gantikan Budi Pekerti

Nadiem Makarim, menegaksan pendidikan adab dan karakter menjadi dua dari lima visi pendidikan yang diamanatkan presiden Jokowi kepadanya.

Nadiem Makarim Ingatkan 5 Pesan Jokowi dan Tegaskan Teknologi Digital Tak Bisa Gantikan Budi Pekerti
jefrima/tribunnews
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim memberikan kata sambutan usai serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). Nadiem Makarim resmi ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi (Mendikbud Dikti) pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Tribunnews/Jeprima 
  • Nadiem Makarim, menegaksan pendidikan adab dan karakter menjadi dua dari lima visi pendidikan yang diamanatkan presiden Jokowi kepadanya.
  • Kutip Pesan Jokowi, Nadiem Makarim Minta Tanggapan Netizen Soal Zonasi Pendidikan

 
TRIBUN-BATAM.ID, BATAM — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, kelmali menegaskan, teknologi digital yang akan dijadikan salah satu acuan dalam revitalisasi kurikulum pendidikan dasar dan menengah di Indonesia, tak akan meninggalkan budi pekerti.

Nadiem Makarim mengatakan aktivitas pendidikan selalu merujuk ke asas; hubungan guru-murid di sekolah dan kedua hubungan ‘abadi’ siswa dan orangtua di rumah.

Alumnus pendiri GoJek dan alumnus Harvard Business School ini, dua relasi human personal itulah adab, budi pekerti dicontohkan bukan diajarkan.

“Sistem pengajaran terbaik adalah tentang adab dan kepercayaan, dan teknologi digital yang berbasis mesin tak bisa memberikan itu dalam kurikulum,” ujar Nadiem Makarim dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Pendidikan (X) DPR-RI di Jakarta, Kamis (6/11/2019).

Nadiem Makarim Ungkap Alasan Mau Jadi Menteri Jokowi: Saya Suka Hal Rumit & Sulit

Kehebatan & Prestasi Risa Santoso, Rektor Termuda, Lulusan Harvard seperti Nadiem Makarim

Bagi Nadiem Makarim, inilah rapat resmi perdana dengan dengan komisi yang membidani pendidikan, olahraga, sejarah dan kebudayaan.

Selain Nadiem Makarim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, komisi X juga bermitra dengan lima kementerian lain. 

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wishnutama Kusbandio dan Angela Tanoesoedibjo, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Prof. H. Mohamad Nasir, Drs., Ak., M.Si., Ph.D), Menteri Pemuda dan Olahraga (Zainuddin Amali), Perpustakaan dan Arsip (Dr M Syarif Bando) dan Badan Ekonomi Kreatif yang sudah digabung di kementerian Pariwisata.(*)

Halaman
Penulis: Dewi Haryati
Editor: thamzilThahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved