Komisi III DPRD Kepri BeIajar Cara Pengelolaan Sampah di ITS Surabaya
Komisi III DPRD Kepri melakukan studi pengelolaan sampah di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya untuk mengatasi masalah sampah di Kepri
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
Dari dua metode tersebut, memang dinilai belum bisa menghasilkan listrik yang signifikan namun bisa mengurangi sampah yang jumlahnya cukup signifikan.
• Ini Kondisi Debit Air Waduk di Pulau Bintan, Banyak Sampah Plastik dan Lumut
Dekan Fakultas Teknik Sipil, Lingkungan, dan Kebumian IDAA Warmadewanti menjelaskan, produksi sampah di Surabaya per harinya mencapai 1700 ton. Dari total tersebut 20 persen direduksi oleh warga dengan rumah kompos yang jumlahnya 21 unit yang tersebar di seluruh Surabaya.
Sebanyak 500 ton diolah dengan metode landfill dan mampu menghasilkan daya listrik sebesar 2 MV, 1000 ton sisanya diolah dengan metode termal dan mampu menghasilkan daya listrik sebesar 11 MW.
Selain Surya Sardi dan Lis Darmansyah turut hadir dalam studi tersebut Raja Bachtiar, Suryani, Sahmadin Sinaga, Hadi Candra, Yudi Kurnain, Bakti Lubis, Nyanyang Haris Pratamura dan Irwansyah.
(Tribunbatam.id/endrakaputra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/komisi-iii-dprd-kepri-melaksanakan-studi-pengelolaan-sampah-di-its-surabaya.jpg)