Pengamat Ini Pertanyakan Dahnil Anzar Jadi Jubir Menhan Prabowo Subianto, Ini Bahayanya
Pengamat Militer Connie Rahankundini Bakrie turut mengomentari penunjukkan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai juru bicara Menteri Pertahanan, Prabowo Su
Namun apa yang dijelaskan Prabowo Subianto dalam rapat kerja dengan Komite I DPR RI, Menteri Pertahanan justru ingin membangun pertahanannya semakin luas dan mendalam.
"Contoh nih, kan tadi disampaikan oleh Beliau kan membangun kekuatan regional artinya membangun kalau dalam istilahnya angkatan laut Green Water Navy yang dipayungi oleh kekuatan udara."
"Artinya, tentara kita ini harus bergerak di luar wilayah kedaulatan, memang harus mengamankan negara ini dari wilayah yang jauh."
"Contoh misalnya Marawi, terjadi waktu kemarin, bentukkanya mendadak Marawi dibentuk. Kalau nanti sudah menjadi regional power, menjadi green water navy yang diberi perlindungan udara dan permukaan maka sudah lagi tidak ada pergerakan seperti itu," jelas Connie panjang lebar.
Dengan visi Prabowo Subianto, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) di Indonesia akan berkembang menjadi empat.
"Maka Kogabwilhan menurut saya baru tiga nih, tapi ekspetasi saya akan Kogabwilhan berkembang menjadi empat," tutur Connie.
Sehingga Connie menilai ada perubahan dalam sistem pertahanan Indonesia di bawah Prabowo Subianto yang dinilai berbeda dengan visi Jokowi.
"Nah yang kemudian kedua lagi, itu yang saya bilang pertentangan karena sekarang kalau kita mau defensive ga usah ngomong regional ga usah ngomong nawacita."
"Sementara jelas presiden bilang bahwa visi presiden itu sejak awal 2014 tidak pernah dirubah kecuali saya mendengar ada perubahan, saya tidak melihat ada perubahan," paparnya. (TribunWow.com/Mariah Gipty)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul PENGAMAT Pertanyakan Dahnil Anzar Jadi Jubir Menhan Prabowo Subianto, Ini Bahayanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/15112019_pengamat-militer-connie-rahankundini-bakrie.jpg)