Minggu, 3 Mei 2026

PILWAKO BATAM

Jadi Penantang Lukita dan Amsakar Achmad di Pilwako Batam, Ini Visi Misi Surya Makmur Nasution

Surya Makmur Nasution bakal jadi penantang balon wali kota yang lebih dulu mencuat, Lukita Dinarsyah Tuwo dan Amsakar Achmad

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
IST
Surya Makmur Nasution, bersilaturrahim dengan Ketua DPC Hanura Iwan Krisnawan, dan Wakil Ketua DPD Hanura dr Yusrizal di Tiban, Batam, jajaki peluang Pilwako Batam 2020 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Politisi Partai Demokrat, Surya Makmur Nasution (SMN), ikut berlaga di pemilihan wali kota (pilwako) Batam 2020 atau pemilihan kepala daerah (pilkada) Batam tahun depan.

Surya Makmur Nasution tampaknya akan menjadi penantang kuat bagi bakal calon (balon) Wali Kota Batam yang telah mencuat sebelumnya, seperti Lukita Dinarsyah Tuwo dan Amsakar Achmad.

Surya telah mengembalikan formulir pendaftaran balon Walikota/Wakil Walikota Batam ke Sekretariat Partai Gerindra, Kota Batam, Sabtu (16/11/2019).

Kedatangan Surya didampingi kalangan aktivis pemuda dan mahasiswa itu, diterima fungsionaris Gerindra, Arifudin Jalil dan Panitia Pendaftaran Balon Walikota dan Wakil Walikota Batam.

"Saya ini politisi orang biasa, dari orang biasa. Visi misi saya tentu berpihak kepada orang-orang biasa atau warga biasa Batam," kata SMN, Ketua Umum Kahmi Kepri itu di hadapan kader Gerindra, dalam rilis yang diterima Tribunbatam.id.

Pilwako Batam, Lukita Ambil Formulir Penjaringan di Demokrat dan Gerindra Batam

Iapun menjelaskan visi dan misinya untuk ikut berlaga di pilwako Batam.

"Saya punya visi untuk mewujudkan warga Batam tidak lapar, tidak sakit, tidak bodoh, tidak kumuh, tidak banjir dan tidak macet.

Dari lima persoalan inilah Batam masa depan akan menjadi warga dunia," ujar Anggota DPRD Kepri periode 2009-2014 dan 2014-2019 ini.

Batam tidak lapar berarti, lapangan pekerjaan terbuka bagi pencari kerja. Investasi masuk. UMKM tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan ekonomi warga.

Batam tidak sakit, maksudnya, setiap warga Batam memperoleh jaminan pelayanan kesehatan yang prima.

Rumah sakit daerah atau milik pemerintah memberi jaminan akses pelayanan kesehatan, menggunakan BPJS atau non-BPJS.

Tak Mau Kalah,Gerindra Usung Wakil Ketua III DPRD Batam Iman Sutiawan di Pilwako

Batam tidak bodoh, maksudnya setiap warga memiliki hak sama memperoleh pendidikan yang layak hingga pendidikan menengah dan atas (12th).

Selain itu, memfasilitasi warga berprestasi ke perguruan tinggi secara berkeadilan.

Batam tidak kumuh, maksudnya, saatnya penataan permukiman warga, terutama ruli-ruli direlokasi dan revitalisasi permukimannya.

Batam tidak banjir, maksudnya, kota seluas 715 Km2 ini harus terbebas dari banjir, yang dimulai dari permukiman penduduk.

Infrastruktur jalan diperluas, namun jangan sampai meminggirkan hak warga dengan berkeadilan.

Batam tidak macet, maksudnya, penataan lalu lintas dan transportasi harus berjalan normal. Akses jalan ke permukiman ditata.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved