Breaking News:

Kontroversi Kolam Renang Gubernur Ridwan Kamil di Rumah Dinas Rp 1,5 M, Bisa 6 Kelas

Menanggapi kontroversi tersebut, gubernur yang akrab dipanggil Emil mengatakan fasilitas kolam renang dibuat untuk terapi kaki kirinya yang cedera.

Editor: Aminudin
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
RIDWAN KAMIL - Kontroversi Kolam Renang Gubernur Ridwan Kamil di Rumah Dinas Rp 1,5 M, Bisa 6 Kelas 

"Usulannya setahun yang lalu sebelum saya masuk sudah ada kajiannya, kajian teknis, DED, kita (Biro Umum) yang bangun. Usulannya kayaknya dari kajian, kan semua ada kajiannya," papar Iip.

 

Dianggap menyakiti rakyat

 Ilustrasi uang

Ilustrasi uang(SHUTTERSTOCK)

Anggota DPRD Jabar dari Fraksi PKS Imam Budi menilai proyek tersebut menyakiti masyarakat di tengah ragam persoalan yang dihadapi Jawa Barat.

 Imam mengatakan, revitalisasi Gedung Pakuan sangat tak mendesak karena kondisinya masih layak dan tak ada kerusakan.

"Saya baru dapat datanya. Ini menyakitkan rakyat. Banyak kebutuhan dasar di Jabar yang belum terpenuhi. Pakuan itu kayaknya masih bagus, kenapa dibangun kolam renang," kata Imam kepada Kompas.com, Jumat (15/11/2019).

Imam juga tak mengetahui mengapa proyek itu bisa lolos dari pantauan dewan. Untuk itu ia akan segera meminta pertanggungjawaban Ridwan Kamil soal proyek tersebut.

"Memang ini masalahnya di KUAPPAS 2018, saya belum ada. Mungkin panitia anggaran enggak melihat detail sehingga loloslah program ini. Tapi, kenapa eksekutif enggak ngobrol, lebih lanjut kami akan memanggil dan meminta pertanggungjawaban beliau," tutur dia.

Ia juga menyoroti masalah revitalisasi taman Gedung Sate yang dikerjakan bersamaan dengan revitalisasi Gedung Pakuan.

Menurutnya proyek itu hanya untuk memenuhi hasrat Ridwan Kamil sebagai arsitektur.

"Pembangunan ini sifatnya tidak dibutuhkan bahkan hanya untuk pencitraan dan kepuasan beliau sebagai arsitektur. Kewajiban provinsi itu banyak, ada target rumah tidak layak huni, urusan lingkungan, pembangunan SMA dan SMK," ujar dia.

 

Setara dengan 7 ruang kelas

 Ilustrasi rumah

Ilustrasi rumah(Wentao Li)

Namun hal berbeda disampaikan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Oleh Soleh.

 Ia menilai tidak masalah pembuatan kolam renang pribadi di rumah dinas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Kalau kolam renang itu sangat urgent bagi Gubernur dalam rangka menunjang olahraga, untuk menjaga kesehatan, tidak masalah, karena kesehatan seorang gubernur harus dijaga. Apalagi dengan kegiatan yang begitu padat, kerjanya 7 hari dalam seminggu. Gubernur perlu sehat dan fit setiap harinya," kata Oleh kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (15/11/2019). 

 

Menurut Oleh, jika kolam renang itu hanya sebatas hiasan taman, maka sebaiknya dibangun dengan konsep sederhana.

"Tapi kalau hanya sekadar hiasan taman, lebih baik disederhanakan saja, tidak perlu mewah-mewah," katanya.

Ia mengatakan dana Rp 1,5 miliar untuk kolam renang itu setara dengan 7 ruang kelas baru (RKB) sekolah di Jawa Barat.

Untuk itu ia berharap kolam renang pribadi itu benar-benar difungsikan dengan baik.

Sementara itu, Ridwan Kamil membantah bahwa dirinya mengesampingkan program prioritas Provinsi Jawa Barat.

Ia mengatakan semua janji kampanyenya sedang ia kerjakan saat ini.

"Pembangunan di Jabar itu semua dikerjakan. Kalau Anda tadi menyimak, sebutkan semua dimensinya urusan kemiskinan, semua proporsional," ucapnya seusai rapat paripurna di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Jumat (15/11/2019).

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul RIDWAN KAMIL - Kontroversi Kolam Renang Gubernur Ridwan Kamil di Rumah Dinas Rp 1,5 M, Bisa 6 Kelas

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved