HUMAN INTEREST

Terjerat Bisnis Haram Narkoba, M Saleh: Tak Ada Lagi Tempat Mengadu

Jika waktu bisa diulang, M Saleh lebih memilih menjadi tukang pungut sampah daripada kurir narkotika. Simak wawancara ekslusif dengan tribunbatam.id

Penulis: Beres Lumbantobing |
tribunbatam.id/bereslumban tobing
Tersangka kasus narkoba M Saleh. Sebelumnya, Saleh pernah jadi kontraktor 

Awalnya saya coba dengan mengantar satu kali jalan, dapat imbalan Rp 6 juta. Dari upah itu, saya pikir lumayan besar dan bisa membantu memenuhi kebutuhan anak dan istri.

Bagaimana cara kerja Anda melakukannya?

Kalau dipikir-pikir cara kerjanya nggak susah, pakai sistem SMS (pesan singkat HP) berantai. Nanti kita dihubungi lewat SMS untuk datang kesebuah lokasi. Habis itu dapat balasan SMS lagi, diarahkan ke sebuah tempat hinga waktu itu sekira pukul 03.00 dinihari.

Bagaimana Anda bisa tertangkap?

Saya juga tidak tahu. Sekira pukul 03.00 itu saya tiba di Piayu. Paling ujung ada tambak kelong ikan untuk menemui pompong yang membawa narkotika itu. Lalu saya bawa ke darat dan belum jauh dari laut saya sudah dikepung petugas Angkatan Laut. Lalu sabu-sabu itu saya letakkan di tanah dan saya langsung lompat ke laut. Namun upaya saya gagal dan petugas meringkus saya.

Kini bagaimana perasaan Anda?

Penyesalan sangat mendalam, tak ada lagi tempat mengadu. Semua sudah buntu tanpa harapan... (M Saleh menangis) Terima nasiblah, udah risiko dari kerjaan seperti ini...

Anda punya keluarga ?

Punya. Saya punya anak dua, mereka masih kecil. Sekarang ibunyalah yang merawat mereka (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved