Kakek 63 Tahun Tewas Usai Berkencan Dengan Waria di Depan Toko, Korban Ternyata Pensiunan PNS
Pria bernama Irwan (63) tersebut, menurut laporan Tribun-Medan.com, ditemukan sudah tergeletak di teras sebuah toko yang tak jauh dari Binjai Supermal
Atas permohonan dari pihak keluarga jenazah korban tidak dilakukan divisum dan langsung dibawa ke rumah duka untuk prosesi pemakaman.
Tak hanya perempuan PSK saja, jaringan prostitusi internasional di Cipanas, Cianjur ternyata juga menjajakan ladyboy alias waria.
Jaringan prostitusi internasional di Cipanas telah dibongkar oleh jajaran Satreskrim Polres Cianjur.
Salah seorang ladyboy alias waria PSK dalam jaringan prostitusi internasional itu pun membuat pengakuan.
Ia mengatakan, ternyata ada kebiasaan "nyeleneh" yang dilakukan oleh pria hidung belang yang "menyewanya".
Pelanggannya bukanlah orang lokal, melainkan warga negara asing ( WNA ).
Ladyboy itu mengatakan, biasanya pria hidung belang tersebut memintanya untuk joget dulu.
"Ya paling disuruh joget-joget dulu," ujar seorang ladyboy tersebut, saat ditanya Kapolres Cianjur, Juang Andi Priyanto dalam konferensi pers di Mapolres Cianjur, Selasa (8/10/2019) sore.
Lebih lanjut, ladyboy itu mengungkapkan, untuk menari sampai bugil, biasanya pria hidung belang harus membayar Rp 400 ribu.
Untuk perempuan PSK, paling murah pria hidung belang harus membayar Rp 500 ribu.

Namun, pria hidung belang juga bisa "menyewa" PSK tersebut untuk melakukan hal yang lebih dari itu.
Mereka harus kembali merogoh kocek hingga Rp 5 juta.
Kapolres mengungkapkan, para penjaja PSK ini memang mengincar wisatawan asing. Biasanya ke WNA berkebangsaan Timur Tengah.
Mereka menyasar warga negara asing yang kerap berlibur di sejumlah vila di kawasan Cipanas.
Cara prostitusi internasional beroperasi itu pun diungkap oleh Juang Andi Priyanto.