Staf Khusus Wapres Kiai Ma’ruf: Silakan Hubungi Pengacara Saya

Lukman lalu memberikan nomor pengacaranya, Ikhasan Abdullah. Si pengacara menyebut kasus kliennya sudah dihentikan, sejak September 2019 lalu

dok_setwapres
Delapan Staf Khusus Wapres RI KH Ma'ruf Amin 

TRIBUN- BATAM.ID, BATAM — Dr Lukmanul Hakim, satu dari delapan staf khusus Wakil Presiden ke-13 Indonesia, KH Ma’ruf Amin, ternyata pernah diperiksa kasus dugaan penipuan dengan pelanggaran Pasal 378 KUHP penipuan.

Pemeriksaan Ketua  Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini melalui surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Nomor: B/144.4a/VIII/2019/Ditpidum Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Polri.

Dikonfirmasi Tribun, Senin (26/11/2019) malam, Lukmanul Hakim, meminta Tribun menghubungi pengacaranya.

“Silakan hubungi pengarara saya,” jawan Ketua Ketua  Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Lukman lalu memberikan nomor pengacaranya, Ikhasan Abdullah.Si pengacara menyebut kasus kliennya sudah dihentikan.

Bukti SPDP Lukmanul Hakim, Staf khusus wapres Ma'ruf Amin 24 Agustus 2019
Bukti SPDP Lukmanul Hakim, Staf khusus wapres Ma'ruf Amin 24 Agustus 2019 (dok_tribun)

1 dari 8 Staf Khusus Wapres Ma’ruf Amin Ternyata Pernah Berstatus Tersangka, Ini Buktinya

Dia membenarkan ada surat pembertahuan dimulainya penyidikan ke jaksa atas kliennya, per tanggal 28 Agustus 2019 lalu.

Namun, menurut Ikhsan Abdullah, September 2019 kemudian Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Mombes Pol Agus Nugroho (NRP 69080353), per tanggal 12 September 2019 juga mengeluarkan surat pekembangan penyidikan, yang menyatakan kasusnya sudah dihentikan.

“Itu produknya per Sept 2019. Dan sekarang kasusnya sudah dihentikan,” ujar Ikhsan, Selasa (26/11/2019) siang, seraya mengirimkan Tribun surat dari penyidik Bareskrim No: B/932/IX/2019 per tanggal 12 September 2019.

Surat Pembertahuan Perkembangan Penyidikan No:B/932/IX/2019 tanggal 12 September 2019 yang melibatkan staf khusus wapres Dr Lukmanul Hakim di kasus dugaan penipuan.
Surat Pembertahuan Perkembangan Penyidikan No:B/932/IX/2019 tanggal 12 September 2019 yang melibatkan staf khusus wapres Dr Lukmanul Hakim di kasus dugaan penipuan. (dok_pengacara_lukman)

Dari surat dari Mabes Polri itu dijelaskan bahwa sebagai Terlapor; Lukmanul Hakim tidak dapat dijadikan tersangka.

Alasannya, dari sejumlah fakta hasil penyidikan tidak ditemukan bukti yang cukup.

Halaman
1234
Editor: thamzil thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved