BATAM TERKINI
Pengidap HIV/AIDS di Batam Didominasi Pekerja Industri yang Telah Berkeluarga
Komisi Penanggulangan HIV/Aids, Kota Batam, Daffi Liansyah menyebutkan, angka pengidap HIV di kalangan PSK jutru lebih kecil.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Septyan Mulia Rohman
“Analoginya itu, sang suami 'jajan' atau berhubungan seks di luar kemudian pulang ke rumah, lalu berhubungan intim dengan istri. Tidak tahunya wanita yang dipakai di luar itu mengidap HIV. Akhirnya, virus itu menular pada istri, bahkan bisa juga anak,” ujar Daffy menerangkan.
Buruknya lagi, penyakit ini tidak segera cepat diketahui, tetapi setelah merusak kekebalan tubuh sehingga penyakit lain mulai muncul.
Tidak sedikit orang yang mengidap HIV namun tidak mengetahui bahwa ia telah terkena virus itu.
HIV dan virus-virus sejenis, umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah.
Cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu akan menular sehingga tidak heran jika ibu rumah tangga dan anak-anak rentan dengan penularan virus ini.
Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.
AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia.
UNAIDS bekerja sama dengan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali ditemukan. AIDS diklaim telah menyebabkan kematian 4 juta jiwa dan seperlima diantaranya adalah anak-anak.
Stigma Sosial
Akibat buruknya stigma terhadap virus ini, hukuman sosial bagi penderitanya juga tak kalah buruknya dibandingkan penyakit lain.
ODHA selalu dikucilkan meskipun mereka sebenarnya bisa hidup normal bersama masyarakat lainnya.
Piter yang sejak satu dekade lalu memberi perhatian penuh kepada ODHA mengatakan bahwa mereka menjadi “the lonely people”, frustasi dan bahkan hanya ingin mati.
“Mereka ini merasa kesepian akibat penyakit yang dideritanya. Mereka juga takut terhadap persepsi masyarakat yang rata-rata meghakimi penyakit ini,” paparnya.
Pieter mengatakan, ketika ada orang lain perhatian dan peduli terhadap penyakit ini, ODHA ini merasa itu sebagai obat untuk memperpanjang asa hidupnya.
“Ada yang tidak dapat dimotivasi sehingga mereka pasrah dan tidak ingin berjuang terhadap penyakitnya, lalu meninggal,” sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/01122019_komisi-penanggulangan-hivaids-kota-batam-daffi-liansyah.jpg)