BATAM TERKINI
Pengidap HIV/AIDS di Batam Didominasi Pekerja Industri yang Telah Berkeluarga
Komisi Penanggulangan HIV/Aids, Kota Batam, Daffi Liansyah menyebutkan, angka pengidap HIV di kalangan PSK jutru lebih kecil.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Septyan Mulia Rohman
Pengalaman Pieter yang sudah bergaul dan terus memotivasi para ODHA ini, ketika ada orang yang positif HIV, hidup mereka langsung berubah 180 derajat.
Rata-rata kaget berat, dan akhirnya mengurung diri.
“Jika ini terjadi, pihak keluarga adalah pintu pertama yang bisa membuat hidupnya bisa lebih baik,” kata Pieter.
Piter mengatakan, sebenarnya virus ini tidak mudah menular karena juga tidak mudah untuk masuk ke dalam aliran darah manusia.
Bahkan, ada tahapan panjang sampai virus ini berkembang dalam sel darah manusia.
Proses penularan virus ini, kata dia, virus HIV harus keluar terlebih dahulu dari orang yang terjangkit, itu pun dalam keadaan cukup (sufficient).
Tak hanya itu, virus ini juga masih mengalami proses lain, yaitu survive (bertahan) setelah keluar dari tubuh orang yang terjangkit.
Terakhir, virus harus masuk ke sel darah atau tubuh orang lain sebelum akhirnya berkembang.
“Jadi, jika ada anggota keluarga, kawan atau warga di sekitar yang terjangkit virus ini, tidak perlu ditakuti karena sebenarnya tidak mudah menular begitu saja. Namun stigma sosial selalu saja menjadi vonis terberat kepada paqra ODHA ini,” kata Pieter.
Daffi mengatakan, dari para penderita HIV/Aids yang dibimbingnya, pekerjaan terberat adalah membangkitkan motivasi hidupnya. Sebab, mereka terus dirundung kecemasan dan rasa putus asa.(tribunbatam.id/bereslumbantobing)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/01122019_komisi-penanggulangan-hivaids-kota-batam-daffi-liansyah.jpg)