Romo Benny Susetyo Mentahkan Rocky Gerung soal Pancasila: Hiperbola dan Retorika

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo mentahkan argumen Rocky Gerung soal Pancasila.

Romo Benny Susetyo Mentahkan Rocky Gerung soal Pancasila: Hiperbola dan Retorika
Fitri Wulandari/Tribunnews.com
Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo, saat ditemui Tribunnews, usai menghadiri Dialog Tanya Jawab yang digelar di Kantor BPIP, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019). 

TRIBUNBATAM.id - Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo mentahkan argumen Rocky Gerung soal Pancasila.

Rocky Gerung menuai kontroversi akibat pernyataannya di ILC TV One tadi malam, Selasa (3/12/2019).

Poin yang menjadi sorotan adalah Rocky Gerung menyebut Presiden Jokowi tak mengerti Pancasila.

Tagar  Rocky Gerung menghina presiden trending twitter hari ini Rabu (4/12/18).

Lebih dari 9 ribu cuitan menggunakan tagar Rocky Gerung Menghina Presiden.

Kontroversi Rocky Gerung langsung mendapatkan respon dari Romo Benny Susetyo yang menjabat  Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Romo Benny Susetyo menilai Rocky Gerung sedang beretorika untuk mendapat panggung.

Hal ini disampaikan Romo Benny menanggapi pernyataan Rocky Gerung yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak paham Pancasila.

"Rocky Gerung dalam teori-teori komunikasi, selalu mengatakan hiperbola. Membesarkan sesuatu yang sebenarnya dia tidak paham juga. Tidak ada substansi apa yang dikatakan," ujar Romo Benny, Rabu (4/12/2019).

"Dia ‎membuat dengan retorika-retorika. Hanya untuk menarik perhatian, mendapat panggung," kata Romo Benny.

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved