BATAM TERKINI

Harga Sembako di Batam Lebih Mahal Dibanding Wilayah Lain, Ini Penyebabnya Versi BP Batam

Pengawasan terhadap barang impor terlalu banyak, dinilai jadi salah satu alasan yang membuat harga kebutuhan sembako di Batam lebih mahal.

Harga Sembako di Batam Lebih Mahal Dibanding Wilayah Lain, Ini Penyebabnya Versi BP Batam
TRIBUNBATAM.ID/ROMA ULY SIANTURI
Seorang Pedagang Pasar Tradisional Botania 2, Toko Sahabat Dapur, Mimi menunjukkan harga cabai, Senin (5/8/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Harga kebutuhan barang pokok di Kota Batam dinilai lebih tinggi jika dibandingkan dengan Jakarta.
Kalau harga di Batam lebih tinggi dibanding Jakarta, berarti ada beban biaya yang diterima oleh pengusaha.

Demikian hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Sudirman Saad.

Menurutnya pengawasan terhadap barang impor, terlalu banyak.

Apalagi kapal pengawas di laut Batam, sehingga (kapal importir) bisa dua atau tiga kali diberhentikan.

Kondisi ini menjadikan status free trade zone (FTZ) Batam tidak efisien.

"Di Pelabuhankan sudah ada BC (Bea Cukai), KPLP dan lainnya. Terlalu banyak dan itu bisa menjadi beban yang diterima konsumen juga," ujar Sudirman di ruang kerjanya, Selasa (10/12/2019).

Bupati Bintan Apri Sujadi Beri Bantuan Sembako Korban Bencana Alam di Tambelan



Biaya tambahan dikeluarkan importir, yang seharusnya bisa tidak dikeluarkan. Jadi ada struktur biaya tambahan yang dibebankan ke konsumen.

Sementara itu terkait antisipasi untuk daerah lain di luar FTZ, menurut dia bisa dibenahi. Tapi dalam pengawasan barang masuk dan keluar bisa dikurangi di laut.

"Soal rembesan keluar seperti dulu, memang harus dibenahi. Tapi tidak dengan pengawasan berlapis-lapis. Jadi penting penataan dalam penyusunan kuota," tegasnya.

Ia melanjutkan terkait dengan barang masuk, seperti rokok dan minuman keras (miras) berdasarkan ketentuannya memang sudah harus bayar. Namun karena Batam termasuk kawasan FTZ, sehingga pihak Bea dan Cukai (BC), belum menerbitkan berapa biaya masuknya.

Halaman
12
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved