BATAM TERKINI

Bakamla RI Ekspose Tangkapan Tug Boat BSP III di Batam, Diamankan Saat 'Kencing' di Tengah Laut

Badan Keamanan Laut (Bakamla) menggelar ekspose tangkapan Tug Boat (TB) BSP III. Tug boat diamankan saat mengisi BBM ke KM AB tanpa dokumen niaga

Bakamla RI Ekspose Tangkapan Tug Boat BSP III di Batam, Diamankan Saat 'Kencing' di Tengah Laut
tribunbatam.id/ian sitanggang
Ekspose tangkapan Tug Boat BSP III, di Pangkalan Polairud Polda Kepri. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Keamanan Laut (Bakamla) menggelar ekspose tangkapan Tug Boat (TB) BSP III. Tug boat ini diamankan petugas Bakamla di perairan Kabil, beberapa waktu lalu.

Saat itu tug boat ini sedang melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar secara ship to ship ke KM AB tanpa dilengkapi dokumen niaga.

Ekspose dilakukan oleh Bakamla di pangkalan Polairud Polda Kepri Sekupang Batam, Rabu (11/12/2019) pukul 15.30 Wib.

Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono, dalam rilis yang diterima Tribun Batam mengatakan, penangkapan kapal tersebut dilakukan setelah mendapat laporan masyarakat.

"Setelah kita dapat laporan dari masyarakat, Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Trisula Bakamla RI dengan kapal patroli Catamaran 503, mengamankan dua kapal yang diduga terlibat aktivitas perdagangan BBM ilegal di Perairan Tanjung Sauh, Batam," kata Mardiono.

Pemilik Kapal Kaget Kena Razia Bakamla, Tes Urine Awak Kapal di Perairan Batam-Singapura



Penangkapan dipimpin oleh Kepala Unit Penindakan Hukum (Ka UPH) Bakamla RI Laksma Bakamla Parimin Warsito di Perairan Tanjung Sauh, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (7/12/2019) sekitar pukul 22.30 WIB.

Saat diperiksa, Tug Boat (TB) BSP III sedang melakukan pengisian BBM jenis solar secara ship to ship ke KM AB tanpa dilengkapi dokumen niaga, sehingga dapat diduga kapal telah melanggar Pasal 374 jo 406 KUHP atau Pasal 53 UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Dari pengakuan nakhoda TB BSP III, solar sebanyak kurang lebih 8.000 liter (8 ton) yang dijual ke KM AB berasal dari solar yang secara resmi dibeli oleh PT BSP III dari Pertamina, sehingga perusahaan PT BSP III dirugikan.

7 Fakta Kecanggihan 3 Kapal Baru Bakamla RI, Karya Anak Bangsa, Dapat Berlayar 28 Hari Nonstop

Kemudian disepakati jual beli BBM secara ilegal seharga Rp 5.000/liter. Transhipment ilegal yang dilaksanakan oleh kedua kapal tersebut dipergoki oleh kapal patroli Bakamla Catamaran 503 di wilayah Tanjung Sauh, Batam kemudian diamankan ke KN Bintang Laut dan disandarkan ke Pangkalan Bakamla Barelang.

Selanjutnya Bakamla RI masih akan terus melakukan patroli rutin di wilayah perairan Kepulauan Riau dan seluruh wilayah Indonesia untuk memberantas aktivitas perdagangan BBM secara ilegal yang banyak terjadi di wilayah Kepri dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Hal ini dilakukan sebagai upaya Bakamla RI untuk menciptakan kondisi wilayah perairan Indonesia yang aman bagi seluruh pengguna laut dan bersih dari aktifitas illegal apapun.

Kedua kapal hasil operasi kemudian diserahkan kepada Direktorat Polairud Polda Kepri guna penyidikan lebih lanjut dan PT BSP sebagai pihak yang dirugikan telah melapor ke Ditpolair Polda Kepri.

(Tribunbatam.id/ Ian Sitanggang)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved