Rabu, 20 Mei 2026

BATAM TERKINI

Disperindag Batam Amankan 540 Tabung Gas Elpiji 3 Kg Dari Pengecer, Ini Penyebabnya

Disperindag Batam mengamankan 540 tabung gas elpiji 3 kg di wilayah Batam Center dari sejumlah pengecer

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/roma uly sianturi
Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau menunjukkan ratusan tabung gas elpiji 3 kilogram yang ditahan dari sejumlah pengecer di UPTD Metrologi. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tim Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam berhasil mengamankan sebanyak 540 tabung gas elpiji subsidi 3 kilogram di wilayah Batam Center, Batam, Kepri.

Ratusan tabung elpiji 3 kg ini ditahan dari sejumlah pengecer.

Padahal saat ini pendistribusian tabung gas elpiji 3 kilogram harus melalui pangkalan.


"Padahal yang boleh menjual tabung gas tersebut merupakan pihak pangkalan," ujar Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau sembari menunjukkan ratusan tabung yang ditahan, Kamis (12/12/2019).

Diakuinya jumlah 540 tabung ini hanya di wilayah Kecamatan Batam Kota saja. Belum lagi kecamatan lainnya.

Isu Kelangkaan Gas Elpiji, Komisi II DPRD Kota Batam Panggil Disperindag dan Pertamina

Seharusnya, skema penjualan gas elpiji 3 kg, dari agen kemudian ke pangkalan. Lalu didistribusikan kepada masyarakat.

Pantauan Tribun, 540 tabung gas elpiji 3 kilogram ini ditahan di UPTD Metrologi Batam Center.

Ironisnya lagi, pengecer tersebut menjual gas melon itu diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Terkadang sampai Rp 23 ribu pertabungnya. Padahal harga HET Rp 18 ribu.

"Kondisi ini merugikan masyarakat," katanya.

Wali Kota Batam Rudi Disindir Politisi, Gegara Gelar Operasi Pasar Gas Elpiji 3 Kg

 

Gustian menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan ke kecamatan lainnya di Kota Batam. Tidak hanya di Kecamatan Batam Kota.

"Tiap hari ada yang turun," katanya. 

Komisi II DPRD Panggil Disperindag dan Pertamina

Komisi II DPRD Kota Batam kembali memanggil perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam dan PT Pertamina. Pertemuan ini berlangsung sebagai Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Pertemuan ini dikarenakan keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram. RDP dipimpin langsung oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho.

Perwakilan Disperindag, Wawan mengatakan, upaya untuk mengatasi kelangkaan pihaknya turun langsung ke lapangan dan merazia di banyak pengecer.

Seperti di wilayah SMAN 3 hingga Legenda Malaka, pihaknya sudah menyita lebih dari 500 tabung gas elpiji. 

Demikian juga di wilayah Sagulung dan sekitarnya.

"Di Batam kita banyak pengecer. Kami juga memberitahukan secara resmi ke Pertamina agen yang dirasa rawan sehingga dilakukan operasi pasar," kata Wawan, Jumat (5/12/2019).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved