Kamis, 21 Mei 2026

BATAM TERKINI

Disperindag Batam Amankan 540 Tabung Gas Elpiji 3 Kg Dari Pengecer, Ini Penyebabnya

Disperindag Batam mengamankan 540 tabung gas elpiji 3 kg di wilayah Batam Center dari sejumlah pengecer

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/roma uly sianturi
Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau menunjukkan ratusan tabung gas elpiji 3 kilogram yang ditahan dari sejumlah pengecer di UPTD Metrologi. 

Diakuinya operasi pasar untuk menyetabilkan stok di lapangan. Zonasi bahan bakar tergantung zona massa yang dilayani sehingga tidak merata.

"Terkait beberapa lokasi daerah pemukiman baru, kami meminta bantuan ke kecamatan dan kelurahan dan meminta untuk pengajuan pangkalan," katanya.

Jumlah pangkalan di Batam sebanyak 2000. Terdiri dari 11 zona, diantaranya : 

1. Batu Aji 3 agen 
2. Sagulung 3 agen 
3. Sei Beduk 1 agen Dyah Kerosin Pradana 
4. Batam Kota 2 agen 
5. Nongsa 1 agen 
6. Bengkong 3 agen 
7. Lubuk Baja 1 agen 
8. Batu Ampar 1 agen 
9. Sekupang 1 agen 
10. Belakang Padang 1 agen
11. Bulang Galang 1 agen

Selain itu, di seluruh SPBU di Batam ada pangkalan. Untuk kuotanya ditentukan oleh Pertamina.

"Kami hanya mengawasi distribusi. Kuota Batam BPH Migas. Kelangkaan selalu kami monitor, dan beberapa area rawan kami lakukan operasi pasar.

Dari ke 5 tempat ini tingkat keramaian di Sei Beduk. Sagulung kita pikir paling rawan tapi paling sedikit nggak sampai 200 tabung terjual. 

Kalau ada wilayah pemukiman yang belum terlayani, silahkan buka pangkalan. RT/RW, lurah daftar daerah yang belum dilayani. 

Kemudian dari agen akan melakukan survei," paparnya.

 Anggota Dewan Ini Dapat Kabar, Pemerintah Bakal Cabut Subsidi Gas Elpiji 3 Kg

Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Kepri, William mengatakan gas elpiji berasal dari Tanjung Uban. Kemudian didistribusikan dengan kapal tongkang.

"135 ton per hari. Pengangkutan dilakukan setiap hari ke SPBE. Kami punya kapasitas di setiap SPBE. Usaha mikro omset tidak boleh lebih dari 300 juta setahun atau 50 juta sebulan," katanya.

Sementara itu, realisasi di Batam sebanyak 35.800 per hari. Pangakalan 17 tabung per hari. Kuota untuk tahun 2019 sebanyak 34974 ton. Namun hingga 30 November, yang masih digunakan sebanyak 32921 ton.

"Hingga November agen 250 pangkalan. Ini berbanding lurus dengan jumlah pangkalan," kata William.

Diakuinya isu kelangkaan dari 2 bulan sebelumnya, ada keterlambatan pengiriman tongkang setengah hari ke SPBE. Hal ini bisa jadi di satu pangkalan terus diberitakan jadi kelangkaan.

 Gas Elpiji di Batam Langka? Ternyata Ini Sebabnya Kata Disperindag;Kuota Gas Masih Cukup

"Kecuali kalau 1 wilayah. Efeknya kepanikan warga dari pemberitaan. Yang awalnya mereka beli 1 tabung seminggu jadi nyetok 4 tabung daripada nggak kebagian tabung Minggu depan. Temporary.

Satu hari seratus habis ini kan patut dicurigai. Dan ini dimanfaatkan oleh pengecer memanfaatkan keuntungan dengan mencari keuntungan. Ini sudah kami sidak dan kami sita tabungnya. Inikan ilegal," paparnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho menegaskan pihaknya tak ingin ada agen non subsidi merangkap jadi agen subsidi. Sebanyak 10 agen penyalur non subsidi.

"Kalau kita bisa pangkas subsidi ini. Gas ini subsidi. Kalau gas ini semakin banyak dikeluarkan dan didistribusikan otomatis subsidi kita makin berat. Yang kami ambil jatah pangkalan dikurangi. Kita masuk kantong terus itulah yang dioperasikan. Satu pangkalan dipotong 10 tabungan udah lumayan," katanya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved