Jumat, 1 Mei 2026

PERDAGANGAN ANAK DI BINTAN

TERUNGKAP! 'Jual' 3 Anak di Bawah Umur, Begini Cara Mucikari Kelabuhi Polisi Bintan

Satreskrim Polres Bintan berhasil mengungkap kasus perdagangan anak di bawah umur yang berada di sebuah bekas lokalisasi Bukit Senyum Bintan.

Tayang:
Penulis: Alfandi Simamora |
TRIBUNBATAM.ID/ALFANDI SIMAMORA
Dinas Sosial Bintan Merasa Prihatin Atas Adanya Pengungkapan Kasus Perdangan Anak di Bawah Umur di Tempat Lokalisasi Yang Sudah di Tutup Pemkab Bintan 

TERUNGKAP! 'Jual' 3 Anak di Bawah Umur, Begini Cara Mucikari Kelabuhi Polisi Bintan

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Satreskrim Polres Bintan berhasil mengungkap kasus perdagangan anak di bawah umur yang berada di sebuah bekas lokalisasi Bukit Senyum Bintan.

Namun, sebelum petugas berhasil mengungkap kasus tersebut, ternyata mami (mucikari) sempat berusaha mengelabui petugas dengan cara memanipulasi identitas korban, S (13), P (16), N (17) dan A ( 23).

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanuddin menyebutkan, bahwa saat dilakukan pemeriksaan di lokasi, untuk memanipulasi petugas saat menggelar razia perdagangan anak di bawah umur, mucikari membuat status sang anak sudah menikah dengan adanya dokumen Kartu Keluarga (KK) dan e-KTP nya.

Namun identitas itu bukanlah identitas korban, melainkan identitas orang lain.

Pengungkapan Bisnis Esek-esek di Bintan, Dinsos Bintan Sebut Lokasi Sudah Sejak Lama Tutup

"Bahkan, dari informasi RT di lokasi, sang anak di bawah umur dirias dengan make up agar penampilannya tampak lebih tua," terangnya.

Sedangkan bagi korban yang usianya sudah dewasa berinisial A (23) tahun statusnya sudah menikah, namun dibuat suaminya sudah meninggal dan akhirnya berstatus janda.

"Itulah beberapa cara mucikari ataupun mami untuk mengelabui petugas, saat dilakukan pemeriksaan di TKP," tuturnya.

Agus juga menyebutkan, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai berkas dokumen identitas tersebut, kenapa bisa dibuat seperti itu.

"Kalau untuk dokumennya bukan dikeluarkan di sini, melainkan dari daerah asal korban di Bandung dan itu dibuatkan oleh yang merekrut korban," tuturnya.

Terkait kasus perdagangan anak di bawah umur ini, Agus juga berharap peran serta intansi terkait bisa melakukan pembinaan atapun tindakan selanjutnya untuk pengecekan lokalisasi bukit senyum yang pernah ditutup.

"Kalau bisa intansi terkait bisa mengecek kembali ke lokasi dan memastikan tidak ada lagi aktivitas esek-esek di sana," ungkapnya.

Pelaku Merupakan Kakak Beradik 

Kakak beradik di Bintan yang menjadi pelaku perdagangan manusia dengan korban 4 wanita, 3 di antaranya anak di bawah umur nampak tidak menyesali perbuatannya.

Pasalnya, kedua tersangka masih tampak memancarkan senyum dan malu-malu di hadapan awak media di balik masker yang digunakannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved