VIDEO - Belum Selesai Dibangun, Jalan Lintas Timur Bintan Sudah Terkena Longsor

Belum selesai di bangun, Jalan Lintas Timur Kabupaten Bintan mengalami longsor di sejumlah titik. Warga ada yang nekat tetap melintas di lokasi

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Belum selesai di bangun, Jalan Lintas Timur Kabupaten Bintan mengalami longsor di sejumlah titik.
Hal tersebut terlihat beberapa ratus meter dari jalan masuk Simpang Lampu Merah KM 16, menuju ke Bintan Timur, yang berada tidak jauh dari area perkebunan kelapa sawit Tirta Madu, Bintan.
Di sana, badan jalan lintas timur tertimbun oleh tanah yang longsor dari bukit yang berada di samping kiri dan kanan jalan.

 


Akibatnya, sejumlah warga yang hendak melintas ada yang berbalik arah karena takut melewati jalan dan tertimpa longsor susulan.
Namun ada juga beberapa warga yang berani melintas di area jalan yang mengalami longsor tersebut.
Rozi salah satu warga yang hendak melintas di lokasi menuturkan, jalan longsor itu menurutnya sudah terjadi dari kemarin. Namun sisa-sisa tanah yang longsor masih berada di lokasi.
 


"Bahkan batang pohon kelapa sawit yang jatuh di lokasi akibat tanah yang longsor masih tampak di lokasi," tuturnya, Rabu (18/12/2019).
Rozi menyebutkan, tanah longsor dari bukit yang ada di Jalan Lintas Timur itu, diduga akibat hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Bintan dalam bulan ini. 
Sehingga tanah yang berada di bukit bergeser dan longsor menimbun badan jalan.
"Akibat longsoran tanah itu, batang kelapa sawit juga ikut roboh dan terguling menimpa badan jalan," ujarnya.
Rozi menuturkan, saat ini kondisi tanah di sejumlah bukit yang ditumbuhi oleh kelapa sawit juga tampak terkikis sedikit demi sedikit.

 Peluang Investasi di Batam Tahun 2020, Ada Industri Manufaktur Hingga Industri MRO 

 Fakta Fakta SPBU 14 294 737 Tanjungpiayu Diberikan Sanksi Pertamina


Sehinga dikhwatirkan pohon kelapa sawit akan menimpa warga yang nekat lewat di lokasi jika terjadi longsor susulan.
"Kalau bisa dinas terkait segera menanganinya, jangan sampai ada korban jiwa baru sibuk membersihkan. Soalnya longsoran tanah juga belum dibersihkan menurut yang saya lihat," tuturnya.
Rozi tidak memungkiri pihak proyek sudah ada membuat plang himbauan kepada warga, khususnya kepada pengendara sebelum memasuki area tanah longsor. Isinya menyatakan jalan di tutup untuk sementara karena rawan longsor.
"Tapi karena jalan ini merupakan akses jalan yang cepat untuk menuju ke Bintan Timur dan sebaliknya, warga masih ada yang nekat melewati lokasi meskipun masih ada terlihat di lokasi badan jalan longsoran tanah dan pohon kelapa sawit akibat tanah yang longsor," ungkapnya.
Hal yang sama juga disampaikan Anwar yang hendak melintas tetapi terpaksa memutar balik karena takut longsor susulan. Ia meminta agar dinas terkait segera membenahi jalan tersebut secepatnya.
Sebab Jalan Lintas Timur sangat membantu dirinya untuk menyingkat waktu perjalanan ketimbang harus melintas di jalur yang lama.
"Kalau bisa segeralah ditindaklanjuti, agar jalan bisa dilalui oleh warga lagi, sebelum dibuka," ungkapnya.
Diketahui jalur Lintas Timur saat ini memang masih tahap proses pengerjaan dan belum dibuka untuk umum.
Sebab proyek tahunan itu masih tahap pengerjaan oleh beberapa instansi terkait yakni BP Kawasan Bintan, PUPR Bintan dan PUPR Kepri.
Namum sejumlah warga sudah ada menggunakan jalur tersebut. Sebab jalur lintas timur yang baru ini, terbilang singkat dan tidak terlalu jauh jika hendak menuju Bintan Timur dan sebaliknya menuju KM 16 dibandingkan jalur lintas lama. (tribunbatam.id/Alfandi Simamora)
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved