BATAM TERKINI

Jelang Natal, Harga Sayur Segar di Pasar Batam Melonjak Drastis, Pedagang Sebut Pasokan Kurang

Ahmad, pedagang di Pasar Fanindo, mengungkapkan harga sembako khususnya sayur segar terus mengalami kenaikan tiga minggu belakangan.

Jelang Natal, Harga Sayur Segar di Pasar Batam Melonjak Drastis, Pedagang Sebut Pasokan Kurang
TRIBUNBATAM.ID/IAN SITANGGANG
Foto suasana di Pasar Fanindo, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Jumat (20/12/2019). Harga sayur segar di pasar mengalami kenaikan harga jelang Natal dan Tahun Baru. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Lima hari jelang hari raya Natal 25 Desember 2019, sejumlah kebutuhan pokok, khususnya sayur segar di pasar basah mengalami kenaikan harga.

Hal dikarenakan kurangnya pasokan dari petani sayur.

Ahmad, pedagang di Pasar Fanindo, mengungkapkan harga sembako khususnya sayur segar terus mengalami kenaikan tiga minggu belakangan.





Pedagang terpaksa menaikkan harga sayur segar dikarenakan kurangnya pasokan dari petani dan juga grosir penyedia sayur segar.

"Tiga minggu ini, pasokan kurang. Namun paling parahnya satu minggu terakhir inilah," kata Ahmad.

Dia mengatakan, kenaikan harga sayur tersebut bukan karena Natal dan Tahun Baru. Namun karena cuaca yang membuat para petani khususnya dari Tanjungpinang, Bintan dan juga Batam banyak yang gagal panen.

Tak Hanya Pelabuhan Resmi, Polsek KKP Batam Kawal Pelabuhan Tikus Jelang Nataru

Menteri ATR Sofyan Djalil Peringatkan Masyarakat Kampung Tua Batam Jangan Jual Tanahnya

"Biasanya sayur itu datang dari Tanjungpinang, Bintan dan Batam," katanya.

Harga sayur-mayur yang mengalami kenaikan, yakni sayur bayam semula Rp 12 ribu naik jadi Rp 23 ribu, sawi dari Rp 12 ribu jadi Rp 18 ribu dan kangkung dari Rp 10 ribu jadi Rp 16 ribu per kilogram.

"Kenaikan paling siginifikan terjadi pada kacang panjang mencapai Rp 32 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram," kata Ahmad.

Irma, pedagang lainnya di Pasar Fanindo juga mengungkapkan hal serupa. Hampir semua sayur mayur lokal mengalami kenaikan.

"Kalau sayur mayur dari luar, seperti kol, wortel, sayur manis, harganya normal," kata Irma.

LOKER BATAM HARI INI - Dibuka Lowongan Kerja di Batam, Jumat (20/12), Apa Saja Posisinya?

Pelaku Curanmor Ini Langsung Kabur Saat Ditanya Warga, Akhirnya Kena Tangkap Juga

Dia mengatakan kenaikan harga sayur lokal tersebut karena cuaca beberapa minggu belakangan yang kurang mendukung.

"Apalagi sayur bayam, banyak yang berulat," katanya.

Di tempat terpisah, Yusuf Ketua Kelompok Tani di Tembesi Sayur mengungkapkan, satu bulan terakhir banyak tanaman sayur petani gagal panen.

Hal tersebut dikarenakan musim hujan yang berlebihan.

"Satu bulan terakhir cuaca sangat tidak mendukung, jadi tanaman sayur petani, khususnya bayam, sawi, dan kangkung gagal panen karena habis dimakan ulat," kata Yusuf. (Tribunbatam.id, Ian Sitanggang)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved