NATAL 2019
JELANG Natal dan Tahun Baru 2020, Sehari 9.000 Orang Tinggalkan Batam
Arus mudik Natal dan Tahun Baru 2020, Minggu (22/12/2019) mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dalam sehari ada 9.000 orang meninggalkan Batam.
JELANG Natal dan Tahun Baru 2020, Sehari 9.000 Orang Tinggalkan Batam
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Arus mudik Natal dan Tahun Baru 2020 pada Minggu (22/12/2019) mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Untuk tujuan penerbangan yang paling banyak di tuju adalah Jakarta.
Direktur Badan Usaha Bandara Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan hal itu disela kegiatan tes urine Pilot dan Awak Kabin.
"Tujuan mudik kali ini paling banyak Jakarta, total penumpang pada Minggu kemarin itu yang datang sebanyak 8.000 dan berangkat 9.000 dalam periode Natal 2019 ini," ujar Suwarso, Senin (23/12/2019).
Untuk pelayanan bagasi di maskapai sendiri sejauh ini yang masih melakukan pembayaran yaitu maskapai Lion Air sedangkan yang lain memiliki free bagasi.Sedangkan untuk tiket tujuan beberapa tempat dan tanggal tertentu sudah habis terjual
"Khusus penerbangan Lion bagasi masih dilakukan pembayaran maskapai lain tidak. Sampai saat ini tiket untuk rute tertentu dan tanggal tertentu seperti Medan, Padang, Pekanbaru, Yogyakarta, Bandung, Surabaya sudah penuh," katanya.
• Gara-gara Calo, Penumpang Gagal Mudik via KM Kelud, Pakai Tiket Kedaluwarsa
Saat disinggung terkait permainan tiket yang dilakukan oleh calo di Bandara Hang Nadim, Suwarso mengungkapkan sampai saat ini pihaknya terus antisipasinya.
"Selama ini kita sudah koordinasi terkait calo tiket dengan Polsek Bandara. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada, dan terus kita pantau," ucapnya.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau, bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, TNI serta jajaran Bandara Udara Hang Nadim melakukan tes urine kepada pilot serta awak kabin pada Senin (23/12/2019).
Tes urine dilakukan dalam rangkaian operasi lilin 2019 jelang Natal dan Tahun Baru 2020.
Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto turut ikut memantau tes urine yang dilakukan di Bandara Udara Hang Nadim Batam.
Andap menyampaikan kepada awak media bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan penerbangan yang ada.
"Kegiatan tes urine ini dalam rangka memastikan keamanan penerbangan dan kerja sehingga pengguna jasa penerbangan bisa terhindar dari hal yang tidak diharapkan," ujarnya.
Selain itu kegiatan tes urine dalam operasi lilin Seligi tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan wilayah Kepri. Kegiatan tes urine dilakukan serentak di pelabuhan dan bandara yang ada di Kepulauan Riau.
"Kegiatan ini kita lakukan serentak di seluruh bandara dan pelabuhan yang ada di Kepulauan Riau," ujar Andap
Kegiatan dibagi menjadi 5 tim unit kecil dengan melibatkan kepolisian, Pihak Avsec Bandara Udara Hang Nadim, TNI, Polri dan BNNP Kepri. BNNP Kepri dalam kegiatan tersebut juga mengerahkan K 9 untuk menyusuri para penumpang yang datang dari luar daerah.
Bidokkes Polda Kepri bersama BNNP Kepri dan Avsec Bandara Udara Hang Nadim, melakukan tes urine kepada pilot dan awak kabin.
Begitu pesawat Sriwijaya Air mendarat dan selesai menurunkan penumpang tim gabungan unit pemeriksaan urine langsung menuju pesawat tersebut.
Saat sampai di pesawat tim langsung memeriksakan urine pilot dan awak kabin maskapai tersebut.
Usai pemeriksaan terhadap pilot dan awak kabin pesawat tersebut di dapat hasil negatif semua yang diperiksa.
Seorang pilot usai diperiksa urine oleh petugas menggunakan alat menyerupai alat tes kehamilan mengeluarkan candaan "wah kalo istri saya yang diperiksa harusnya positif, kalo positif kan hamil," ujar pilot tersebut disambut gelak tawa petugas.
Ia juga berpesan kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan agar berhati-hati terutama bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut dimana harus selalu memperhatikan kondisi cuaca.
"Perhatikan keselamatan diri masing-masing terutama yang diperairan, perhatikan life jacket dan kondisi cuaca," pungkasnya.
Ia juga mengatakan agar masyarakat tidak mudah percaya kepada calo dan selalu waspada kepada segala bentuk kejahatan yang mengintai.
"Jangan sampai diperdaya oleh calo, kemudian harus waspada denan kejahatan terutama hipnotis. Kami sudah mengindentifikasi dan berusaha mengantisipasi bersama rekan-rekan TNI, otoritas bandara dan BNNP," ujar Andap.
"Kita melayani saudara kita yang berangkat atau yang datang," ujar Andap saat berada di Pos Terpadu Bandara Hang Nadim Polresta Barelang.
Diakuinya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Paling utama adalah melayani masyarakat sebaik mungkin.
"Kalau ada kejadian di sini, langsung dilaporkan. Selain memberikan pelayanan bersifat kemanusiaan, memonitor kesiapan pelayanan di sini," tuturnya.
Petugas yang berjaga di Bandara Hang Nadim ini harus koordinasi terus dengan pihak kepolisian. Sebagai wujud mengantisipasi situasi.
"Basarnas, bandara, Bea Cukai, TNI, Polri dan lainnya harus bersatu sehingga memberikan pelayanan terbaik," katanya.
Andap melanjutkan dalam mengantisipasi ancaman kerawanan, masing-masing petugas harus menjaga dan mengantisipasi. Di Tanjungpinang sendiri, di ibukota Provinsi Kepri dan Bintan, Anambas, kita juga menjaga terutama kedatangan wisman.
"Sampai saat ini, semua berjalan dengan baik. Berharap kerjasama dengan semua pihak dalam menjaga kamtibmas," katanya.
Terpisah Kepala BNNP Kepri Brigjen Richard Nainggolan menyebutkan tes urine tersebut untuk memastikan pilot dan awak kabin tidak mengkonsumsi narkoba dan pemeriksaan tersebut dilakukan kepada maskapai yang datang dan pergi dari Bandara Udara Hang Nadim.
"Yang kita lakukan tes urine semua maskapai yang masuk ke bandara Hang Nadim dan yang keluar atau terbang dari bandara Hang Nadim, untuk jumlahnya kita sesuaikan dengan jumlah penerbangan yang ada," ujar Richard.
Alat pemeriksaan urine tersebut dikatakan Richard untuk disesuaikan dengan kebutuhan pemeriksaan dan lokasi pemeriksaan tidak hanya di bandara udara tetapi juga di pelabuhan yang ada di Kepulauan Riau.
"Alat tes urine yang disiapkan sesuai kebutuhan di lapangan. Untuk tempat tes urine, kita lakukan di semua pelabuhan dan bandara yang ada di Kepulauan Riau," ujar Richard.
Saat dikonfirmasi jika ada awak kabin atau pilot yang didapatkan hasil positif dari pemeriksaan tersebut akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Kita memiliki SOP dalam hal tes urine dan yang bersangkutan memang benar-benar ditemukan sebagai pengguna atau pecandu, Bahkan kita dalami keterlibatannya apakah dia sebagai pengedar atau yang lainnya. Seharusnya yang positif tidak bisa terbang, dan kita akan koordinasi dengan otoritas bandara agar berkomunikasi dengan pihak maskapai," ujar Richard.
Komisi III Beri Masukan ke Pengelola Bandara
Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meninjau bandara Hang Nadim.
Dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepri, Widiastadi Nugroho bersama Wakil Ketua Komisi III Surya Sardi.
"Kami memastikan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada calon penumpang yang akan menggunakan maskapai di momen liburan Natal dan Tahun Baru ini," ujar Ketua Komisi III DPRD Kepri, Widiastadi Nugroho di Bandara Hang Nadim, Senin (23/12).
Diakuinya sidak dilakukan untuk mencegah agar tidak menimbulkan hal-hal negatif yang akhirnya membahayakan para calon penumpang nantinya.
Walaupun ada kekurangan terlihat Bandara Hang Nadim Batam terbilang sudah sangat siap dan cepat dalam memberikan pelayanan kepada calon penumpang di musim liburan Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah, mengakui dari hasil pantauannya, kesiapan di Bandara Hang Nadim Batam relatif bagus.
Meski jumlah calon penumpang yang akan bepergian tidak mengalami peningkatan di momen yang sama di tahun sebelumnya.
Ia melanjutkan memang ada beberapa catatan penting yang disampaikan ke manajemen Bandara Hang Nadim.
Di antaranya, tidak adanya konter tiket online yang bisa membantu para calon penumpang untuk melakukan boarding secara mandiri.
Misalnya, kata dia, dari masing-masing maskapai menyiapkan konter tiket mandiri untuk boarding khusus penumpang yang tidak membawa bagasi banyak.
Selain itu ia juga menilai jauhnya parkir pesawat dengan garbarata saat penumpang turun maupun naik.
"Sehingga hal ini sangat merepotkan penumpang yang membawa bagasi banyak maupun yang memiliki anak. Kasihan kalau mereka bawa anak-anak kecil dan membawa barang harus jalan jauh seperti itu kan. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan oleh manajemen bandara maupun maskapai," paparnya.
Dalam sidak itu, mereka tampak melihat kesiapan Bandara Hang Nadim Batam dalam memberikan pelayanan kepada calon penumpang.
Mulai dari melihat antrean di pintu keberangkatan, pemeriksaan barang bawaan penumpang menggunakan X-Ray, ruang tunggu keberangkatan hingga jembatan (Garbarata) yang menghubungkan antara pesawat dengan penumpang yang akan naik dan turun. (Tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)